EdCoustic
Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...
Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
Back to Reff.
Muhasabah Cinta
Rabu, 22 Oktober 2008
Sabtu, 18 Oktober 2008
Bahagia...!!! Kan ku Raih Kebahagiaan itu
Hari ini mentari bersinar lebih pagi mengawali hari menjadi lebih menakjubkan. Burung-burung di taman rumah menambah hari menjadi lebih indah. Indahnya hari ini kuharapkan seindah hatiku. Walau masih dalam suasana gundah gulana, tak kuharap hari pun menjadi kelabu. Tetep semangat dengan segala harapan, keinginan dan impian untuk menggapai kebahagiaan.
Semua berharap aku akan bahagia dengan pilihanku, bahkan seseorang berkata padaku "Kau harus bahagia". Bahagianya aku, sungguh betapa aku sangat bahagia. Bahagia karena aku memiliki kalian semua dalam hidupku. tak dapat kusebutkan satu per satu atas semua kebaikan, kasih sayang, persahabatan, nasehat, serta cinta dari kalian semua. Walau aku tahu diatas pilihanku, pasti menyisakan kesedihan di hati kalian. Namun kalian tetap mendukungku bahkan mendoakan kebahagiaan untukku. Terima kasih, karena kalian telah menjadi bagian penting dalam hidupku. You are the best that i have, yah kalian akan senantiasa ada di hati. karena sahabat, kawan adalah lebih sejati dari apapun. Kalian ada saat diri sedih dan terluka, kalian bahagia saat diri bahagia. Terima kasih...
Dulu kita sahabat
dengan begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na..
Semua yang berlalu
biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari
Siang berganti malam
sembunyikan sinarnya
hingga dia bersinar lagi*
Langkah kaki kan menapak maju, berusaha berdiri sendiri, dan memandang ke depan dengan kepala tegak dengan keyakinan kebahagiaan kan kuraih;hingga kalian pun akan merasa bahagia dengan kebahagiaanku. seindah mentari pagi ini, sehangat sinarnya yang menghangatkan jiwa. Bismillah, ku langkahkan kaki ini dengan cinta dan kasih sayang dari kalian...hingga kebahagiaan berada di tanganku....
------------------------
*sindentosca-kepompong
Semua berharap aku akan bahagia dengan pilihanku, bahkan seseorang berkata padaku "Kau harus bahagia". Bahagianya aku, sungguh betapa aku sangat bahagia. Bahagia karena aku memiliki kalian semua dalam hidupku. tak dapat kusebutkan satu per satu atas semua kebaikan, kasih sayang, persahabatan, nasehat, serta cinta dari kalian semua. Walau aku tahu diatas pilihanku, pasti menyisakan kesedihan di hati kalian. Namun kalian tetap mendukungku bahkan mendoakan kebahagiaan untukku. Terima kasih, karena kalian telah menjadi bagian penting dalam hidupku. You are the best that i have, yah kalian akan senantiasa ada di hati. karena sahabat, kawan adalah lebih sejati dari apapun. Kalian ada saat diri sedih dan terluka, kalian bahagia saat diri bahagia. Terima kasih...
Dulu kita sahabat
dengan begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na..
Semua yang berlalu
biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari
Siang berganti malam
sembunyikan sinarnya
hingga dia bersinar lagi*
Langkah kaki kan menapak maju, berusaha berdiri sendiri, dan memandang ke depan dengan kepala tegak dengan keyakinan kebahagiaan kan kuraih;hingga kalian pun akan merasa bahagia dengan kebahagiaanku. seindah mentari pagi ini, sehangat sinarnya yang menghangatkan jiwa. Bismillah, ku langkahkan kaki ini dengan cinta dan kasih sayang dari kalian...hingga kebahagiaan berada di tanganku....
------------------------
*sindentosca-kepompong
Minggu, 12 Oktober 2008
Cinta... Tell Me the Truth
Ketika kejujuran telah diutarakan, sungguh biasanya seseorang akan merasa terbebas dari kebohongan. tapi kejujuran kali ini sungguh masih membuat hati ini terasa sakit. pepatah mengatakan katakanlah kebenaran walau terasa pedih. Yah, inilah kejujuran hati yang harus kuutarakan, bahwa aku akan menempuh hidup baru dengan sosok yang bagiku masih terasa asing. Ia yang sejatinya sudah kukenal, namun aku masih merasakan asing. Apakah karena di hatiku masih menyimpan sejuta rasa, rasa yang begitu mendalam pada laki-laki lain? Bisa jadi, hingga berlian di pelupuk mata pun jadi tak terlihat.
Sahabat-sahabatku selalu bertanya, yakinkah aku dengan pilihanku? yakinkah aku untuk melepas kesendirianku dengan laki-laki ini? Betulkah semua ini didasari harapan untuk mereguk cinta Allah, atau hanya pelarian saja?
Berhari-hari sejak khitbah di kumandangkan, sungguh aku pun bertanya pada diriku sendiri dengan pertanyaan yang sama. karena aku pun tak mau melangkah dengan keraguan. Tapi yang aku yakini adalah bahwa ketika kita ragu untuk berbuat baik, maka lakukanlah kebaikan itu. niscaya itu akan tetap bernilai. tapi jika aku ragu untuk sebuah keburukan, maka tinggalkanlah niscaya itu adalah kebenaran yang ada di hati kita.
Detik jam terus berputar, menit pun tak mau kehilangan detiknya yang berharga. sedang aku? masih menyisakan banyak sekali pertanyaan yang terus bermain-main di fikiran dan hati ini? setiap rekan, sahabat, sanak family yang mengetahui masalahku selalu bertanya dengan masalah yang sama.
Aaah aku jadi semakin bingung. Betulkah keputusanku ini?tapi keputusan ini kuambil dengan hati-hati, tanpa paksaan dan tulus dari hati ini. Dan aku sadar bahwa keputusan ini harus dapat kupertanggungjawabkan kelak. Mungkin bukan saat ini, tapi nanti, akankah keputusan ini kusesali atau justru sangat aku terima.
Setiap langkah, setiap gerak menjelang hari besar itu kutapaki dengan berbagai cerita, seolah aku tak mau kehilangan satu hari pun tanpa sebuah cerita yang berkesan. Seandainya keputusan ini kusesali kelak, maka setidaknya aku masih memiliki kenangan atas hari-hariku yang bahagia.
Namun jika keputusan ini justru semakin mendekatkan aku dengan si Pemilik Cinta, maka itu adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Bahwa aku memang mencari redho dari si Pemilik Hidup, sedangkan keredhoannya adalah keredhoan orang tuaku. Maka untuk apa aku sesali jika aku mendapatkan ridho dari keduanya.
Dan aku berharap, bahwa inilah jalan terbaik. Bukan hanya terbaik untukku, keluarga maupun laki-laki yang menjadi suamiku kelak. Melainkan kebahagiaan seluruh alam. kebahagiaan orang-orang yang menyayangi dan mencintaiku dengan segenap hati, serta kebahagiaan orang-orang yang bersemayam di hatiku.
Sayang, ijinkan aku mencintaimu dengan caraku. ijinkan aku melangkah pasti untuk kebahagiaanku serta kebahagiaanmu bersama dia yang kau sayangi. Dan biarlah aku mengalah untuk semua kebahagiaan kita. karena aku menyayangimu more than anyone can give that love to you.... dan yakinlah selalu dalam hatimu, cinta itu tulus bukan mainan, cinta itu mampu mendobrak seluruh dunia dengan kekuatannya, cinta itu butuh perjuangan, dan cinta yang sama tidak akan datang untuk keduakalinya. Jika ia datang cinta itu bisa lebih jauh berarti lagi atau bahkan lebih menakjubkan dari yang kau kira.
Dan jangan kau tangisi atas cinta yang tlah tumbuh dihati kita, jangan bersedih dengan kegagalan kita merajuk cinta, dan jangan meratapi kenyataan yang tak menyatukan cinta kita. karena semua tetap sama, boleh jadi dunia menghapus kita dalam hidup mereka, tapi cinta takkan terhapus dari memori dan hati kita. walaupun ingatan kita meninggalkan kita dalam kehampaan. ia akan tetap ada dan menunggu untuk di panggil kembali dalam memori hidup kita. Just believe that key...
Semangat, dan biarlah cinta yang memberikan kebenaran dan kejujuran untuk kita. let the time show us the truth of love...
Sahabat-sahabatku selalu bertanya, yakinkah aku dengan pilihanku? yakinkah aku untuk melepas kesendirianku dengan laki-laki ini? Betulkah semua ini didasari harapan untuk mereguk cinta Allah, atau hanya pelarian saja?
Berhari-hari sejak khitbah di kumandangkan, sungguh aku pun bertanya pada diriku sendiri dengan pertanyaan yang sama. karena aku pun tak mau melangkah dengan keraguan. Tapi yang aku yakini adalah bahwa ketika kita ragu untuk berbuat baik, maka lakukanlah kebaikan itu. niscaya itu akan tetap bernilai. tapi jika aku ragu untuk sebuah keburukan, maka tinggalkanlah niscaya itu adalah kebenaran yang ada di hati kita.
Detik jam terus berputar, menit pun tak mau kehilangan detiknya yang berharga. sedang aku? masih menyisakan banyak sekali pertanyaan yang terus bermain-main di fikiran dan hati ini? setiap rekan, sahabat, sanak family yang mengetahui masalahku selalu bertanya dengan masalah yang sama.
Aaah aku jadi semakin bingung. Betulkah keputusanku ini?tapi keputusan ini kuambil dengan hati-hati, tanpa paksaan dan tulus dari hati ini. Dan aku sadar bahwa keputusan ini harus dapat kupertanggungjawabkan kelak. Mungkin bukan saat ini, tapi nanti, akankah keputusan ini kusesali atau justru sangat aku terima.
Setiap langkah, setiap gerak menjelang hari besar itu kutapaki dengan berbagai cerita, seolah aku tak mau kehilangan satu hari pun tanpa sebuah cerita yang berkesan. Seandainya keputusan ini kusesali kelak, maka setidaknya aku masih memiliki kenangan atas hari-hariku yang bahagia.
Namun jika keputusan ini justru semakin mendekatkan aku dengan si Pemilik Cinta, maka itu adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Bahwa aku memang mencari redho dari si Pemilik Hidup, sedangkan keredhoannya adalah keredhoan orang tuaku. Maka untuk apa aku sesali jika aku mendapatkan ridho dari keduanya.
Dan aku berharap, bahwa inilah jalan terbaik. Bukan hanya terbaik untukku, keluarga maupun laki-laki yang menjadi suamiku kelak. Melainkan kebahagiaan seluruh alam. kebahagiaan orang-orang yang menyayangi dan mencintaiku dengan segenap hati, serta kebahagiaan orang-orang yang bersemayam di hatiku.
Sayang, ijinkan aku mencintaimu dengan caraku. ijinkan aku melangkah pasti untuk kebahagiaanku serta kebahagiaanmu bersama dia yang kau sayangi. Dan biarlah aku mengalah untuk semua kebahagiaan kita. karena aku menyayangimu more than anyone can give that love to you.... dan yakinlah selalu dalam hatimu, cinta itu tulus bukan mainan, cinta itu mampu mendobrak seluruh dunia dengan kekuatannya, cinta itu butuh perjuangan, dan cinta yang sama tidak akan datang untuk keduakalinya. Jika ia datang cinta itu bisa lebih jauh berarti lagi atau bahkan lebih menakjubkan dari yang kau kira.
Dan jangan kau tangisi atas cinta yang tlah tumbuh dihati kita, jangan bersedih dengan kegagalan kita merajuk cinta, dan jangan meratapi kenyataan yang tak menyatukan cinta kita. karena semua tetap sama, boleh jadi dunia menghapus kita dalam hidup mereka, tapi cinta takkan terhapus dari memori dan hati kita. walaupun ingatan kita meninggalkan kita dalam kehampaan. ia akan tetap ada dan menunggu untuk di panggil kembali dalam memori hidup kita. Just believe that key...
Semangat, dan biarlah cinta yang memberikan kebenaran dan kejujuran untuk kita. let the time show us the truth of love...
Wo Ai Ni Allah
Illahi Anta yaa Rahman..
Dzat Pemilik semua cinta,
izinkan kami memurnikan kembali cinta yang bersemayam di hati ini
hingga kami mampu menjalani hari-hari kami hanya dengan cintaMu
Yaa Rahim..
Ampuni semua perilaku yang tercipta atas nama cinta
ampuni kami...
dan izinkan kami mereguk manisnya bercinta denganMu
hingga hati takkan berpaling ke jasad yang tak sempurna
Wo Ai Ni
I Love You
Allah....
Dzat Pemilik semua cinta,
izinkan kami memurnikan kembali cinta yang bersemayam di hati ini
hingga kami mampu menjalani hari-hari kami hanya dengan cintaMu
Yaa Rahim..
Ampuni semua perilaku yang tercipta atas nama cinta
ampuni kami...
dan izinkan kami mereguk manisnya bercinta denganMu
hingga hati takkan berpaling ke jasad yang tak sempurna
Wo Ai Ni
I Love You
Allah....
Kamis, 09 Oktober 2008
09 Oct on Heart
Aku masih dapat merasakan setiap hembusan nafas yang berhembus di telingaku….
Aku masih dapat merasakan sentuhan yang terbungkus atas nama kasih….
Dan dapat kurasakan keinginanmu mengecupku,
bermain-main dengan rasa yang kumiliki hingga tak mampu kutepis
dan masih dapat kurasakan dalam balutan mimpi
setiap gerak dan hasrat tuk memiliki sesuatu yang harusnya sacral atas dasar pernikahan…
Aku jatuh…. Kalah… dengan rasa yang kumiliki
Dan cinta ini hanya sebatas nafsu dan kerinduan untuk berlabuh
Aku masih dapat merasakan sentuhan yang terbungkus atas nama kasih….
Dan dapat kurasakan keinginanmu mengecupku,
bermain-main dengan rasa yang kumiliki hingga tak mampu kutepis
dan masih dapat kurasakan dalam balutan mimpi
setiap gerak dan hasrat tuk memiliki sesuatu yang harusnya sacral atas dasar pernikahan…
Aku jatuh…. Kalah… dengan rasa yang kumiliki
Dan cinta ini hanya sebatas nafsu dan kerinduan untuk berlabuh
Jumat, 03 Oktober 2008
Cinta
Cinta, ia akan selalu bergemuruh di dada pemilik nafas
Berusaha menarik nafas dan mencari arti dari setiap tarikan nafas yang berhembus
Belajar untuk membuang nafas dari setiap kehidupan yang telah berlalu
Cinta, ia akan tetap bersemayam di dada
Tanpa pernah berusaha untuk berpaling
Karena cinta itu milik semua, milik setiap manusia
Dan tak ada yang salah dengan cinta
Yang salah hanya si pencinta dalam memaknai cinta
Aku jatuh cinta, tapi aku tlah jauh meninggalkan esensi cinta
Saat tersadar sayatan di hati sudah begitu dalam
Tak ada penyesalan, karena semua tetap berarti
Seperti tetesan air di padang yang gersang
Tak ada satupun yang kan menyesal karena telah meminumnya
Ooh cinta, ijinkan aku menyimpan cintamu dihati ini
Yang kelak harus kupertanggungjawabkan pada si Pemilik Cinta
Cinta, ijinkan aku beranjak meraih mimpi merajut cinta
Agar kau pun dapat meraih cintamu padanya
Karena aku tahu cintamu padanya lebih besar dari cintamu padaku
tapi aku tetap berharap kau kan dapati dia yang lebih baik
Karena kau pantas mendapatkan yang lebih baik..
Dan ijinkanku mengungkapkan tiga kata yang tak pernah kuucapkan padamu
Aku Mencintai Kamu….
I Love You……
Berusaha menarik nafas dan mencari arti dari setiap tarikan nafas yang berhembus
Belajar untuk membuang nafas dari setiap kehidupan yang telah berlalu
Cinta, ia akan tetap bersemayam di dada
Tanpa pernah berusaha untuk berpaling
Karena cinta itu milik semua, milik setiap manusia
Dan tak ada yang salah dengan cinta
Yang salah hanya si pencinta dalam memaknai cinta
Aku jatuh cinta, tapi aku tlah jauh meninggalkan esensi cinta
Saat tersadar sayatan di hati sudah begitu dalam
Tak ada penyesalan, karena semua tetap berarti
Seperti tetesan air di padang yang gersang
Tak ada satupun yang kan menyesal karena telah meminumnya
Ooh cinta, ijinkan aku menyimpan cintamu dihati ini
Yang kelak harus kupertanggungjawabkan pada si Pemilik Cinta
Cinta, ijinkan aku beranjak meraih mimpi merajut cinta
Agar kau pun dapat meraih cintamu padanya
Karena aku tahu cintamu padanya lebih besar dari cintamu padaku
tapi aku tetap berharap kau kan dapati dia yang lebih baik
Karena kau pantas mendapatkan yang lebih baik..
Dan ijinkanku mengungkapkan tiga kata yang tak pernah kuucapkan padamu
Aku Mencintai Kamu….
I Love You……
Label:
Bukan Cinta Biasa,
I Love You,
Love,
Mencintaimu
Jumat, 29 Agustus 2008
Menara Hati-ku
Dapatkah aku merasakan kejujuran
Bukan sebuah retorika yang aku tak tahu apa artinya
Dapatkah aku merasakan kebahagiaan
Jika waktu-waktu itu terasa begitu cepat dan melenakan
Dapatkah aku melihat warna yang sesungguhnya
Bukan warna indah yang selalu terucapkan
Sayang, panggilan itu indah terdengar
Namun begitu menakutkan
Ketika menjadi cambuk yang bermata ganda
Sisi yang satu menyayat hati, sedang yang lain melenakan
Aaaaah cinta, mengapa hadir saat ini
Saat jiwa ini rapuh dalam ketidakberdayaan
Saat raga ini lelah mencari keabadian
Saat hati ini ingin berlabuh
Dalam pelabuhan yang sesungguhnya
Aaaah cinta, aku lelah….
Lelah bermain-main dengan hati ini
Lelah berlari untuk ketidakpastian
Karena oase ini hanya fatamorgana yang hilang dalam lamunan
Aku tahu, dan aku tak pernah meminta untuk kepastian hati
Walau kecemburuanku mulai menjadi bara di diri
Yang bisa terbakar kapan saja
Namun aku tak mampu berteriak dengan lantang
Karena aku tak bisa, dan aku tak punya hak untuk itu
Aku hanya mengais sisa-sisa air di padang yang gersang
Sehingga cukup kubawa untuk mencari pemberhentian terakhir….
Aku ingin berhenti, berhenti di satu titik
Dengan senandung ArRoyan yang sering kudengar
Namun jalan itu semakin berat, jalan itu seolah menutup pintunya untukku
Karena aku tak mampu dan aku tak bisa membukanya
Karena hati ini telah tertutup
Hati ini penuh dengan cinta, cinta yang terus dikumandangkan
Penuh suka dan duka…
Cinta yang semakin dahsyat meninggalkan diriku sendiri terkurung olehnya
I just want a be my self…
I want to show the real me….
Tapi seolah itu menghalalkan cintaku yang terpuruk
Cinta, tahukah kau kenapa cinta itu ada?
Cinta tak di undang, namun dapat dikendalikan
Cinta hadir saat aku masih mencinta, begitupun kau..
Cinta, jangan pernah berhayal tentang cinta kita
Cinta yang memabukkan, karena semua itu hanya menghancurkan kita
Ke jurang yang semakin dalam
Aaaah cinta, kenapa?
Aku sendiri tak tahu, bagaimana mengungkapkan isi hati ini
Bunga-bunga yang hadir terus menghujam ke dasar hati
Namun dahsyatnya angin pun semakin kencang mendera
Mampukah kulangkahkan kaki ini tuk menyelamatkan bunga-bunga itu
Sehingga tidak terkungkung, terbawa terbang dan hancur
Kau tahu cinta, kau bisa terbang ke bunga manapun yang kau ingin
Kau dapat melaju dengan kecepatan berapapun….
Kau dapat berlari ke arah manapun yang kau ingin….
Dan berlabuh kemanapun kau butuh…
Tapi berhentilah, cukup di satu bunga
Jangan kau tinggalkan apalagi kau duakan….
Karena ia kan gugur jika kau meninggalkannya
Walau akan ada cinta lain yang kan datang, itu tidaklah sama
Dan tidak akan pernah sama…
Karena sang bunga hanya ingin berbagi di satu titik….
Bukan dengan banyak sisi….
Cinta, banyak hal yang tak mampu kau katakan padaku
Aku tahu, karena aku pun begitu
Kau ingin mengerti tentang aku, begitupun aku
Namun sampai kapan kau kan mengerti tentang aku?
Dan sampai kapan aku kan mengerti dirimu?
Aku pun tak tahu,
Aku hanya tahu bahwa “akan tiba saatnya”
Dimana kita harus mengakhiri kesendirian kita..
Dan menjadi sejarah, siapakah pelabuhan terakhir kita?
Kau tahu cinta, saat jiwa tak bisa dikendalikan
Saat mimpi dan hasrat semakin menggebu
Sebaiknya hapuslah dengan istighfar,
Luruskan dengan surat cinta dariNya
Karena itu kan mampu menggendalikan keinginan yang mendalam
Karena kita sudah dewasa…
Dan itu kan terjadi dalam bentuk apapun,kapanpun dan dimanapun
Dan jika kau tak mampu, maka lakukanlah kewajibanNya…
Karena ia kan menundukkan pandangan kita. ..
Sehingga kau mampu mengelolanya menjadi lebih baik…
Cinta, ungkapan ini tulus dari hatiku
Dalam setiap bait bukan berarti satu kesatuan
Namun datang saat ia ingin mengungkapkan kegelisahannya
Seperti cinta yang hadir dalam jiwa kita
Karena ku tahu, cinta kita adalah ketulusan dan kejujuran…
Bukan permainan dan kemunafikkan…..
Hopefully..
(Home, 27/08/08 23:38)
-Me-
Bukan sebuah retorika yang aku tak tahu apa artinya
Dapatkah aku merasakan kebahagiaan
Jika waktu-waktu itu terasa begitu cepat dan melenakan
Dapatkah aku melihat warna yang sesungguhnya
Bukan warna indah yang selalu terucapkan
Sayang, panggilan itu indah terdengar
Namun begitu menakutkan
Ketika menjadi cambuk yang bermata ganda
Sisi yang satu menyayat hati, sedang yang lain melenakan
Aaaaah cinta, mengapa hadir saat ini
Saat jiwa ini rapuh dalam ketidakberdayaan
Saat raga ini lelah mencari keabadian
Saat hati ini ingin berlabuh
Dalam pelabuhan yang sesungguhnya
Aaaah cinta, aku lelah….
Lelah bermain-main dengan hati ini
Lelah berlari untuk ketidakpastian
Karena oase ini hanya fatamorgana yang hilang dalam lamunan
Aku tahu, dan aku tak pernah meminta untuk kepastian hati
Walau kecemburuanku mulai menjadi bara di diri
Yang bisa terbakar kapan saja
Namun aku tak mampu berteriak dengan lantang
Karena aku tak bisa, dan aku tak punya hak untuk itu
Aku hanya mengais sisa-sisa air di padang yang gersang
Sehingga cukup kubawa untuk mencari pemberhentian terakhir….
Aku ingin berhenti, berhenti di satu titik
Dengan senandung ArRoyan yang sering kudengar
Namun jalan itu semakin berat, jalan itu seolah menutup pintunya untukku
Karena aku tak mampu dan aku tak bisa membukanya
Karena hati ini telah tertutup
Hati ini penuh dengan cinta, cinta yang terus dikumandangkan
Penuh suka dan duka…
Cinta yang semakin dahsyat meninggalkan diriku sendiri terkurung olehnya
I just want a be my self…
I want to show the real me….
Tapi seolah itu menghalalkan cintaku yang terpuruk
Cinta, tahukah kau kenapa cinta itu ada?
Cinta tak di undang, namun dapat dikendalikan
Cinta hadir saat aku masih mencinta, begitupun kau..
Cinta, jangan pernah berhayal tentang cinta kita
Cinta yang memabukkan, karena semua itu hanya menghancurkan kita
Ke jurang yang semakin dalam
Aaaah cinta, kenapa?
Aku sendiri tak tahu, bagaimana mengungkapkan isi hati ini
Bunga-bunga yang hadir terus menghujam ke dasar hati
Namun dahsyatnya angin pun semakin kencang mendera
Mampukah kulangkahkan kaki ini tuk menyelamatkan bunga-bunga itu
Sehingga tidak terkungkung, terbawa terbang dan hancur
Kau tahu cinta, kau bisa terbang ke bunga manapun yang kau ingin
Kau dapat melaju dengan kecepatan berapapun….
Kau dapat berlari ke arah manapun yang kau ingin….
Dan berlabuh kemanapun kau butuh…
Tapi berhentilah, cukup di satu bunga
Jangan kau tinggalkan apalagi kau duakan….
Karena ia kan gugur jika kau meninggalkannya
Walau akan ada cinta lain yang kan datang, itu tidaklah sama
Dan tidak akan pernah sama…
Karena sang bunga hanya ingin berbagi di satu titik….
Bukan dengan banyak sisi….
Cinta, banyak hal yang tak mampu kau katakan padaku
Aku tahu, karena aku pun begitu
Kau ingin mengerti tentang aku, begitupun aku
Namun sampai kapan kau kan mengerti tentang aku?
Dan sampai kapan aku kan mengerti dirimu?
Aku pun tak tahu,
Aku hanya tahu bahwa “akan tiba saatnya”
Dimana kita harus mengakhiri kesendirian kita..
Dan menjadi sejarah, siapakah pelabuhan terakhir kita?
Kau tahu cinta, saat jiwa tak bisa dikendalikan
Saat mimpi dan hasrat semakin menggebu
Sebaiknya hapuslah dengan istighfar,
Luruskan dengan surat cinta dariNya
Karena itu kan mampu menggendalikan keinginan yang mendalam
Karena kita sudah dewasa…
Dan itu kan terjadi dalam bentuk apapun,kapanpun dan dimanapun
Dan jika kau tak mampu, maka lakukanlah kewajibanNya…
Karena ia kan menundukkan pandangan kita. ..
Sehingga kau mampu mengelolanya menjadi lebih baik…
Cinta, ungkapan ini tulus dari hatiku
Dalam setiap bait bukan berarti satu kesatuan
Namun datang saat ia ingin mengungkapkan kegelisahannya
Seperti cinta yang hadir dalam jiwa kita
Karena ku tahu, cinta kita adalah ketulusan dan kejujuran…
Bukan permainan dan kemunafikkan…..
Hopefully..
(Home, 27/08/08 23:38)
-Me-
Senin, 25 Agustus 2008
Menara Hati
Takkan pernah kau duga, saat hati sedang merona
Saat senyum sedang merekah, berkembang begitu indah
Namun sekejap semua terasa menyakitkan…
Begitu sayang ataukah begitu cintanya pada jasad
Hingga tanpa sadar terbawa suasana
Pergerakannya begitu mengejutkanku
Walau kubiarkan anganku menggodaku dalam kesadaranku
Dan membawa jiwaku melayang tak berarah
Seolah aku menyerah dengan perasaanku
Aaah andai aku dapat berlari atau menghentikan waktu
Sehingga aku takkan terluka karenanya
Dan biarkan dia menjadi sesuatu yang indah di hatiku
Namun dia tetaplah dia, yang sungguh begitu berani seolah aku sama dengan yang lain
Sungguh, aku tetap berbeda….
Jangan samakan aku dengan siapapun yang pernah mengisi hatimu
Jangan perlakukan aku seolah aku tlah terbiasa
Sungguh takkan pernah ingin aku membiasakan hidupku dengan aktivitas itu
Aku mudah kecewa dan kini aku terluka
Walau maaf tetap dapat kuterima
Namun biarlah waktu yang kan menghilangkan sakit di hati ini
Hingga aku mampu melihat keindahan dalam hidupmu
Tanpa ternoda, tanpa kecewa dan menjadi sempurna
Walau aku tak pernah mencari makhluk yang sempurna
Aku hanya ingin belajar mencintai makhluk yang tak sempurna dengan cara yang sempurna
Hingga kuraih cinta yang sempurna dari Sang Pemilik Kesempurnaan
School, 20 Agustus 2008
Saat senyum sedang merekah, berkembang begitu indah
Namun sekejap semua terasa menyakitkan…
Begitu sayang ataukah begitu cintanya pada jasad
Hingga tanpa sadar terbawa suasana
Pergerakannya begitu mengejutkanku
Walau kubiarkan anganku menggodaku dalam kesadaranku
Dan membawa jiwaku melayang tak berarah
Seolah aku menyerah dengan perasaanku
Aaah andai aku dapat berlari atau menghentikan waktu
Sehingga aku takkan terluka karenanya
Dan biarkan dia menjadi sesuatu yang indah di hatiku
Namun dia tetaplah dia, yang sungguh begitu berani seolah aku sama dengan yang lain
Sungguh, aku tetap berbeda….
Jangan samakan aku dengan siapapun yang pernah mengisi hatimu
Jangan perlakukan aku seolah aku tlah terbiasa
Sungguh takkan pernah ingin aku membiasakan hidupku dengan aktivitas itu
Aku mudah kecewa dan kini aku terluka
Walau maaf tetap dapat kuterima
Namun biarlah waktu yang kan menghilangkan sakit di hati ini
Hingga aku mampu melihat keindahan dalam hidupmu
Tanpa ternoda, tanpa kecewa dan menjadi sempurna
Walau aku tak pernah mencari makhluk yang sempurna
Aku hanya ingin belajar mencintai makhluk yang tak sempurna dengan cara yang sempurna
Hingga kuraih cinta yang sempurna dari Sang Pemilik Kesempurnaan
School, 20 Agustus 2008
Rabu, 06 Agustus 2008
Ketika Ia Datang
ketika bintang bersinar.
tak satu pun dapat menghalanginya.
ketika matahari terbit.
tak ada yang sanggup untuk menahannya.
ketika hujan tumpah ke bumi.
tak seorang pun bisa menghalanginya.
ketika angin ingin berhembus.
tak seorang pun mampu menghentikannya.
ketika cahaya itu datang.
tak seorangpun mampu membiaskannya.
ketika keindahan itu ada.
tak seorang pun berhak untuk merenggutnya.
ketika mata ingin berkedip.
tak seorang pun boleh menahannya.
ketika telinga tiba-tiba mendengar.
tak seorangpun berhak menutupinya.
ketika pagi datang.
ada dirimu dalam sadar yang menjelang.
ketika matahari meninggi.
ada bayang dirimu mengiringi.
ketika senja menjemput hari.
ada diri mu menemani hati.
ketika malam menjelma.
ada dirimu merasuki sukma.
ketika sayang itu ada.
maka saat nya untuk dijaga.
ketika cinta itu bersuara.
maka saatnya untuk menerima.
menerima rahmat dan kasih Nya.
menerima semua rasa dan pengaruhnya.
dalam hidup kita yang penuh makna.
hidup akan terus berjalan.
jangan pernah berhenti.
berhenti untuk mencinta dan dicinta.
karena cinta kita ada.
karena cinta kita hidup.
karena cinta kita tersenyum.
karena cinta kita bahagia.
karena cinta kita tertawa.
dan karena cinta juga kita bersedih.
karena cinta juga kita terluka.
karena cinta juga kita bisa terjatuh.
tapi jatuh karena cinta adalah cinta yang indah.
cinta yang penuh makna untuk kita jaga dan kita pelihara.
tetaplah jaga bunga cintamu.
jangan layu termakan waktu.
karena dengan itu kau kan bahagia.
sukses selalu untukmu.
kudo'akan dirimu dalam setiap tarikan napasku.
kusimpan pancaran hatimu dalam keheningan tidur lelapku.
semangatmu kan menjadi gelora hidupku.
karena nya jagalah semangat cintamu itu.
nyalakanlah selalu api cinta itu.
jangan kau lupa untuk menyiramnya.
menyiram dengan kesejukan air dalam hatimu.
jangan kau lupa dengan semua.
semua yang pernah ada.
yang pernah ada di antara kita.
karena dengan semua itu juga kita ada.
kuyakin itu kan selalu ada.
ku juga yakin seperti yang lain ada.
saatnya kuminta padamu.
jagalah itu semua.
semua yang ada di antara kita.
jangan sedetik pun kau lupa.
very nice in my live to know some one like you,
sungguh ku kan selalu ...
selalu ingin dirimu ada bersamaku.
tapi entah kapan itu kan berlaku.
ku yakin Allah kan selau tau.
tau apa yang ada di antara kau dan aku.
ku bawa hari kemarin,
kubawa hari ini,
ku datangi hari esok.
insyaAllah semua kan berjalan baik.
berjalan penuh makna dan arti.
jangan sampai sedetik pun terlewat.
terlewat tanpa makna dalam hidupmu.
ku tunggu kau di persimpangan hidupku.
selamat menjalani hari-hari kita.
hari yang penuh makna.
tak terlupakan sekejapun mata.
i .... u
jakarta, 4 agustus 2008. 10.30 PM
with smile ;-)
-Me-
______________________
"From Someone Special.."
tak satu pun dapat menghalanginya.
ketika matahari terbit.
tak ada yang sanggup untuk menahannya.
ketika hujan tumpah ke bumi.
tak seorang pun bisa menghalanginya.
ketika angin ingin berhembus.
tak seorang pun mampu menghentikannya.
ketika cahaya itu datang.
tak seorangpun mampu membiaskannya.
ketika keindahan itu ada.
tak seorang pun berhak untuk merenggutnya.
ketika mata ingin berkedip.
tak seorang pun boleh menahannya.
ketika telinga tiba-tiba mendengar.
tak seorangpun berhak menutupinya.
ketika pagi datang.
ada dirimu dalam sadar yang menjelang.
ketika matahari meninggi.
ada bayang dirimu mengiringi.
ketika senja menjemput hari.
ada diri mu menemani hati.
ketika malam menjelma.
ada dirimu merasuki sukma.
ketika sayang itu ada.
maka saat nya untuk dijaga.
ketika cinta itu bersuara.
maka saatnya untuk menerima.
menerima rahmat dan kasih Nya.
menerima semua rasa dan pengaruhnya.
dalam hidup kita yang penuh makna.
hidup akan terus berjalan.
jangan pernah berhenti.
berhenti untuk mencinta dan dicinta.
karena cinta kita ada.
karena cinta kita hidup.
karena cinta kita tersenyum.
karena cinta kita bahagia.
karena cinta kita tertawa.
dan karena cinta juga kita bersedih.
karena cinta juga kita terluka.
karena cinta juga kita bisa terjatuh.
tapi jatuh karena cinta adalah cinta yang indah.
cinta yang penuh makna untuk kita jaga dan kita pelihara.
tetaplah jaga bunga cintamu.
jangan layu termakan waktu.
karena dengan itu kau kan bahagia.
sukses selalu untukmu.
kudo'akan dirimu dalam setiap tarikan napasku.
kusimpan pancaran hatimu dalam keheningan tidur lelapku.
semangatmu kan menjadi gelora hidupku.
karena nya jagalah semangat cintamu itu.
nyalakanlah selalu api cinta itu.
jangan kau lupa untuk menyiramnya.
menyiram dengan kesejukan air dalam hatimu.
jangan kau lupa dengan semua.
semua yang pernah ada.
yang pernah ada di antara kita.
karena dengan semua itu juga kita ada.
kuyakin itu kan selalu ada.
ku juga yakin seperti yang lain ada.
saatnya kuminta padamu.
jagalah itu semua.
semua yang ada di antara kita.
jangan sedetik pun kau lupa.
very nice in my live to know some one like you,
sungguh ku kan selalu ...
selalu ingin dirimu ada bersamaku.
tapi entah kapan itu kan berlaku.
ku yakin Allah kan selau tau.
tau apa yang ada di antara kau dan aku.
ku bawa hari kemarin,
kubawa hari ini,
ku datangi hari esok.
insyaAllah semua kan berjalan baik.
berjalan penuh makna dan arti.
jangan sampai sedetik pun terlewat.
terlewat tanpa makna dalam hidupmu.
ku tunggu kau di persimpangan hidupku.
selamat menjalani hari-hari kita.
hari yang penuh makna.
tak terlupakan sekejapun mata.
i .... u
jakarta, 4 agustus 2008. 10.30 PM
with smile ;-)
-Me-
______________________
"From Someone Special.."
Senin, 04 Agustus 2008
Tamasya Hati
Entah kenapa selalu terasa cinta
dalam setiap perjalanan-perjalanan kehidupan
Bait-bait cinta terus diutarakan
ketika naluri terus berbicara
serta rasa telah diungkapkan
tentang Aku Jatuh Cinta...
Pada setiap langkah...
Pada setiap untaian makna yang terus mengikat
Perlahan air mata pun meleleh keperaduan
saat raga rasa hampa dalam goresan luka jiwa
dan tamasya hati menjadi pengobat lara
Aaaah Cinta, Aku Jatuh lagi
dalam setiap perjalanan-perjalanan kehidupan
Bait-bait cinta terus diutarakan
ketika naluri terus berbicara
serta rasa telah diungkapkan
tentang Aku Jatuh Cinta...
Pada setiap langkah...
Pada setiap untaian makna yang terus mengikat
Perlahan air mata pun meleleh keperaduan
saat raga rasa hampa dalam goresan luka jiwa
dan tamasya hati menjadi pengobat lara
Aaaah Cinta, Aku Jatuh lagi
Kamis, 31 Juli 2008
Bukan Cinta Biasa
Ketika cinta sedang bersemayam di kalbu, dunia terasa sangat indah. Namun apa daya jika cinta harus kandas dunia terasa sepi, hampa dan menyedihkan. Mungkin banyak sekali alasan kita untuk memutuskan sebuah hubungan yang sudah terjalin begitu lama. Dan alasan selalu tepat apapun kondisinya.
Mungkin semua merasa bahwa aku tak memperjuangkan cintaku, saat akhirnya aku harus mengakhiri hubunganku dengan Handya. Seperti sinetron, cintaku kandas karena kedua orangtuaku tak bisa menerimanya dikarenakan alasan yang bagi masyarakat tertentu mungkin agak-agak berSARA. Tapi itu realita yang mau tidak mau harus dihadapi dan harus diterima.
Bukan tidak sakit, tapi sangat pedih ketika cinta harus berakhir di tangan kita sedangkan rasa itu begitu besar. Jika ada seseorang yang sakit hati karena di hianati, tapi aku sakit hati karena aku menghianati cinta yang tlah terjalin hampir lima tahun. Betul, lamanya hubungan seseorang tidak menjamin akan sampai ke jenjang pernikahan atau pun berakhir dengan happy ending.
Mungkin keputusan ini begitu gegabah, ketika aku mengakhiri cintaku namun tidak berselang dengan itu aku memiliki rasa yang begitu mendalam dengan seseorang. Walau aku tahu mungkin perasaan itu tak sedalam perasaanku pada Handya. Namun aku masih bersyukur bahwa aku dipertemukan dengannya, karena boleh jadi Allah ingin mengajariku untuk rela melepaskan cintaku untuk senyuman keluargaku. Ya, aku melepaskan cintaku untuk senyuman yang mungkin dapat kupersembahkan untuk keluargaku, orang tuaku tercinta.
Seseorang berkata padaku, kenapa tidak kalian perjuangkan cinta kalian? Jika memang kalian saling mencintai? Aku pun berfikir demikian, tapi kehidupan mengajariku bahwa banyak hal yang tidak bisa kita utarakan. Bukan karena ketidakberanian dan ketidakmampuan. Namun lebih karena seberapa besar cinta yang mampu kita berikan untuk mereka yang mencintai kita sepanjang hidup kita. Bukan sekedar cinta yang tumbuh selama lima, enam atau beberapa tahun saja. Mereka yang akan menerima kita apa adanya bukan ada apanya. Mereka yang siap menerima kita dalam keadaan suka dan duka.
Aku tahu berapa sering mungkin aku melukai keluargaku dengan kerasnya hatiku untuk mempertahankan cinta yang kumiliki. Entah betapa egoisnya aku memaksakan kehendakku kepada Sang Pencipta untuk meluluhkan keluargaku. Ya aku memang egois, meminta sesuatu yang mungkin bukan yang terbaik untukku. Karena jika ia yang terbaik, niscaya aku takkan di butakan sejauh itu. Aku bersyukur aku memiliki sejuta cinta yang diberikan saudara-saudaraku melalui tausyiah panjangnya padaku akan esensi hidup dan cinta yang sesungguhnya. Aku hanya percaya bahwa cukup melalui senyuman yang tersirat di wajah keluargaku, aku pun bahagia. Jika aku sanggup mempersembahkan dunia ini untuk sedikit saja senyuman di wajah mereka, niscaya kan kuberikan. Sayangnya aku hanya mampu memberikan keputusan ini untuk mereka.
Tahukah kau, aku menyadari satu hal bahwa selama ini aku egois. Aku egois karena memintanya untukku. Seolah aku memaksaNya untuk menyatukan kami. Padahal mungkin ia memang bukan yang terbaik untukku. Sedangkan dalam doa yang lirih terucap oleh mereka yang menyayangiku adalah harapan untuk membuka hatiku untuk sesuatu yang lebih baik dalam hidupku. Itulah yang sesungguhnya, bahwa keluargaku tidak pernah egois untuk kebahagiaanku. Namun akulah yang egois untuk kebahagiaanku sendiri. Sedangkan kehidupan bukan sekedar cinta semu, namun dibutuhkan keikhlasan dan pengorbanan dalam setiap nafas yang dihembuskan.
Aku sadar bahwa ternyata kebahagiaanku yang sesungguhnya adalah bersama mereka yang telah mencintaiku sepenuh hati mereka. Dan yang paling penting adalah kita tidak pernah tahu doa yang mana yang akan dikabulkanNya. Karena begitu banyak cinta yang hadir dalam hidup kita, begitu banyak doa pula yang telah diberikan untuk kebahagiaan kita. Bukan sekedar kebahagiaan diri sendiri, namun kebahagiaan semua orang. Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta yang akan bahagia jika kekasih dan keluarganya bahagia, cinta yang mampu menjadi penerang bagi kehidupan semua insan, cinta tanpa perselisihan, cinta yang damai, bukan cinta yang menghancurkan apalagi memabukkan, dan cinta itu bukan sekedar cinta biasa.
Mungkin semua merasa bahwa aku tak memperjuangkan cintaku, saat akhirnya aku harus mengakhiri hubunganku dengan Handya. Seperti sinetron, cintaku kandas karena kedua orangtuaku tak bisa menerimanya dikarenakan alasan yang bagi masyarakat tertentu mungkin agak-agak berSARA. Tapi itu realita yang mau tidak mau harus dihadapi dan harus diterima.
Bukan tidak sakit, tapi sangat pedih ketika cinta harus berakhir di tangan kita sedangkan rasa itu begitu besar. Jika ada seseorang yang sakit hati karena di hianati, tapi aku sakit hati karena aku menghianati cinta yang tlah terjalin hampir lima tahun. Betul, lamanya hubungan seseorang tidak menjamin akan sampai ke jenjang pernikahan atau pun berakhir dengan happy ending.
Mungkin keputusan ini begitu gegabah, ketika aku mengakhiri cintaku namun tidak berselang dengan itu aku memiliki rasa yang begitu mendalam dengan seseorang. Walau aku tahu mungkin perasaan itu tak sedalam perasaanku pada Handya. Namun aku masih bersyukur bahwa aku dipertemukan dengannya, karena boleh jadi Allah ingin mengajariku untuk rela melepaskan cintaku untuk senyuman keluargaku. Ya, aku melepaskan cintaku untuk senyuman yang mungkin dapat kupersembahkan untuk keluargaku, orang tuaku tercinta.
Seseorang berkata padaku, kenapa tidak kalian perjuangkan cinta kalian? Jika memang kalian saling mencintai? Aku pun berfikir demikian, tapi kehidupan mengajariku bahwa banyak hal yang tidak bisa kita utarakan. Bukan karena ketidakberanian dan ketidakmampuan. Namun lebih karena seberapa besar cinta yang mampu kita berikan untuk mereka yang mencintai kita sepanjang hidup kita. Bukan sekedar cinta yang tumbuh selama lima, enam atau beberapa tahun saja. Mereka yang akan menerima kita apa adanya bukan ada apanya. Mereka yang siap menerima kita dalam keadaan suka dan duka.
Aku tahu berapa sering mungkin aku melukai keluargaku dengan kerasnya hatiku untuk mempertahankan cinta yang kumiliki. Entah betapa egoisnya aku memaksakan kehendakku kepada Sang Pencipta untuk meluluhkan keluargaku. Ya aku memang egois, meminta sesuatu yang mungkin bukan yang terbaik untukku. Karena jika ia yang terbaik, niscaya aku takkan di butakan sejauh itu. Aku bersyukur aku memiliki sejuta cinta yang diberikan saudara-saudaraku melalui tausyiah panjangnya padaku akan esensi hidup dan cinta yang sesungguhnya. Aku hanya percaya bahwa cukup melalui senyuman yang tersirat di wajah keluargaku, aku pun bahagia. Jika aku sanggup mempersembahkan dunia ini untuk sedikit saja senyuman di wajah mereka, niscaya kan kuberikan. Sayangnya aku hanya mampu memberikan keputusan ini untuk mereka.
Tahukah kau, aku menyadari satu hal bahwa selama ini aku egois. Aku egois karena memintanya untukku. Seolah aku memaksaNya untuk menyatukan kami. Padahal mungkin ia memang bukan yang terbaik untukku. Sedangkan dalam doa yang lirih terucap oleh mereka yang menyayangiku adalah harapan untuk membuka hatiku untuk sesuatu yang lebih baik dalam hidupku. Itulah yang sesungguhnya, bahwa keluargaku tidak pernah egois untuk kebahagiaanku. Namun akulah yang egois untuk kebahagiaanku sendiri. Sedangkan kehidupan bukan sekedar cinta semu, namun dibutuhkan keikhlasan dan pengorbanan dalam setiap nafas yang dihembuskan.
Aku sadar bahwa ternyata kebahagiaanku yang sesungguhnya adalah bersama mereka yang telah mencintaiku sepenuh hati mereka. Dan yang paling penting adalah kita tidak pernah tahu doa yang mana yang akan dikabulkanNya. Karena begitu banyak cinta yang hadir dalam hidup kita, begitu banyak doa pula yang telah diberikan untuk kebahagiaan kita. Bukan sekedar kebahagiaan diri sendiri, namun kebahagiaan semua orang. Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta yang akan bahagia jika kekasih dan keluarganya bahagia, cinta yang mampu menjadi penerang bagi kehidupan semua insan, cinta tanpa perselisihan, cinta yang damai, bukan cinta yang menghancurkan apalagi memabukkan, dan cinta itu bukan sekedar cinta biasa.
Senin, 28 Juli 2008
Mutiara dan Berlian
Aku punya sebuah mutiara dan berlian
Keduanya sangat berharga dan menyilaukan mata
Namun aku juga memiliki hiasan-hiasan lainnya yang tidak kalah indah
Namun tak sebanding dengan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Ketika kuberikan emas yang begitu mahalnya kepada lingkunganku
Semua tersenyum bahagia dan berusaha untuk menjaga emas itu tak lepas dari tanganku
Namun aku selalu bertanya,
Apakah emas itu membuatku bahagia?
Apakah kehadiran berlian mampu mengobati goresan luka sang mutiara?
Apakah aku mampu memberikan mutiaraku pada orang lain?
Padahal aku masih sangat menggenggam erat di tanganku
Apakah aku mampu membagi mutiara dan berlian yang begitu erat tergenggam untuk sebuah emas?
Aaah rasanya naïf jika aku melepaskan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Namun aku pun bahagia memiliki emas yang dulu mampu membuatku tersenyum dan bahagia
Aaah beginilah hidup jika hanya harta, tahta dan permata yang membuat kita bahagia…
Padahal semua itu semu.. dan kan hilang dimakan waktu atau diambil orang
Sedangkan harta yang begitu kekal terasa mulai surut terkikis kebahagiaan semu yang diberikan oleh dunia di tangan ini….
Dia telah menuliskan dalam Surat cintaNya bahwa semua kan diuji sesuai kemampuan hamba-Nya….
Ada yang teruji dengan kesedihan, harta, jabatan dan kebahagiaan…
Hanya kita yang memilih jalan yang kita inginkan..
Dan semoga itu tak berakhir dengan penyesalan…..
Illahi, jujur aku tak tahu jalan mana yang kan kupilih
Namun aku hanya berusaha mengikuti alur yang ada
Tanpa memisahkan ego dan khilaf di dalamnya
Yang mungkin kan menyesatkan insan
Dan aku percaya selama kita mau berusaha maka jalan kan dibuka
If there is a Will, there is a way…
I believe that… dan Izinkan aku merebut kebahagiaanku dengan caraku..
Yang mungkin tak bisa dipahami dengan logika dan kebisaaan
Karena aku mulai dengan cinta, untuk mengharapkan cinta
Dan kan kumurnikan cintaku untuk terus berada di jalanNya
Dengan bimbinganNya yang menuntun hatiku
Untuk kembali merengkuh cinta dan ridho Nya…
Keduanya sangat berharga dan menyilaukan mata
Namun aku juga memiliki hiasan-hiasan lainnya yang tidak kalah indah
Namun tak sebanding dengan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Ketika kuberikan emas yang begitu mahalnya kepada lingkunganku
Semua tersenyum bahagia dan berusaha untuk menjaga emas itu tak lepas dari tanganku
Namun aku selalu bertanya,
Apakah emas itu membuatku bahagia?
Apakah kehadiran berlian mampu mengobati goresan luka sang mutiara?
Apakah aku mampu memberikan mutiaraku pada orang lain?
Padahal aku masih sangat menggenggam erat di tanganku
Apakah aku mampu membagi mutiara dan berlian yang begitu erat tergenggam untuk sebuah emas?
Aaah rasanya naïf jika aku melepaskan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Namun aku pun bahagia memiliki emas yang dulu mampu membuatku tersenyum dan bahagia
Aaah beginilah hidup jika hanya harta, tahta dan permata yang membuat kita bahagia…
Padahal semua itu semu.. dan kan hilang dimakan waktu atau diambil orang
Sedangkan harta yang begitu kekal terasa mulai surut terkikis kebahagiaan semu yang diberikan oleh dunia di tangan ini….
Dia telah menuliskan dalam Surat cintaNya bahwa semua kan diuji sesuai kemampuan hamba-Nya….
Ada yang teruji dengan kesedihan, harta, jabatan dan kebahagiaan…
Hanya kita yang memilih jalan yang kita inginkan..
Dan semoga itu tak berakhir dengan penyesalan…..
Illahi, jujur aku tak tahu jalan mana yang kan kupilih
Namun aku hanya berusaha mengikuti alur yang ada
Tanpa memisahkan ego dan khilaf di dalamnya
Yang mungkin kan menyesatkan insan
Dan aku percaya selama kita mau berusaha maka jalan kan dibuka
If there is a Will, there is a way…
I believe that… dan Izinkan aku merebut kebahagiaanku dengan caraku..
Yang mungkin tak bisa dipahami dengan logika dan kebisaaan
Karena aku mulai dengan cinta, untuk mengharapkan cinta
Dan kan kumurnikan cintaku untuk terus berada di jalanNya
Dengan bimbinganNya yang menuntun hatiku
Untuk kembali merengkuh cinta dan ridho Nya…
Jumat, 25 Juli 2008
Para Pencinta
Para pencinta mulai menggeliat
seiring waktu yang terus mendekatkan
Para pencinta mulai merangsek
seiring kebersamaan yang semu
bermain dengan mimpi dan khayalan
yang terus mencumbui keseharian
mengikuti kemana arus kan melangkahkan kakinya
dan berharap ia kan jadi kenangan begitu saja
dan hilang seiring dengan waktu
Bisakah kita?
mata tak bisa terpejam, saat langkah kaki terus memperjuangkan kesalahannya
dan buaian akan semangat yang semu bak fatamorgana di padang gersang
ghiroh berjuang untuk kebenaran, namun dengan bumbu-bumbu kesalahan
aaah inilah mereka para pencari cinta
Meraih cinta yang tlah ada, namun tetap menggapai cinta yang lain
cinta..
seiring waktu yang terus mendekatkan
Para pencinta mulai merangsek
seiring kebersamaan yang semu
bermain dengan mimpi dan khayalan
yang terus mencumbui keseharian
mengikuti kemana arus kan melangkahkan kakinya
dan berharap ia kan jadi kenangan begitu saja
dan hilang seiring dengan waktu
Bisakah kita?
mata tak bisa terpejam, saat langkah kaki terus memperjuangkan kesalahannya
dan buaian akan semangat yang semu bak fatamorgana di padang gersang
ghiroh berjuang untuk kebenaran, namun dengan bumbu-bumbu kesalahan
aaah inilah mereka para pencari cinta
Meraih cinta yang tlah ada, namun tetap menggapai cinta yang lain
cinta..
Kamis, 24 Juli 2008
Saat Cinta Menyapa
Hidup, terkadang menyisakan sejuta tanda tanya. Bagaimana tidak, seseorang yang mungkin sudah merasakan cinta, kini harus jatuh cinta lagi. Memang cinta tak mengenal tempat, waktu, jarak bahkan usia. Saat cinta datang, dunia terasa indah. Semangat semakin bergelora, hari-hari menjadi jauh lebih bermakna.
Oo cinta, begitu besarnyakah kekuatanmu hingga kami tak mampu untuk melepaskanmu yang tlah hinggap di hati kami. Kau datang tiba-tiba, mengisi kekosongan hati yang mulai kering.
Sebut saja namanya Tiara, seorang gadis muda berusia 20 tahun. Ia jatuh cinta pada seorang laki-laki yang telah membimbingnya untuk lebih dekat dengan TuhanNya. Namun apa daya cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan rasa sakit pun kian menderanya. Bagaimana tidak, saat ia berusaha keras untuk melepaskan cinta yang dirasakannya ternyata sahabat-sahabat yang menjadi tempatnya mencurahkan hati pun jatuh hati pada sang lelaki. Bak pagar makan tanaman, Tiara pun marah dan kesal dengan sahabat-sahabatnya karena ia merasa dibodohi, dimanfaatkan. Karena walau sang lelaki tidak merasakah hal yang sama dengan Tiara namun ia tetap menganggapnya sebagai adiknya. Sehingga sahabat-sahabatnya berusaha untuk menggali informasi tentang sang lelaki padanya. Sedih, pilu, tapi itulah konsekuensi jika kita ingin jatuh cinta.
Lain cerita dengan Saskia, wanita berusia 28 tahun tercatat telah dilamar oleh temannya yang berusia 29 tahun. Namun perasaan itu datang kepadanya bukan dengan laki-laki yang melamarnya, melainkan rekan kerjanya di Event Organizer. Yah, Cinta Lokasi lah lebih tepatnya, cinta datang karena intensitas pertemuan, komunikasi, kerjasama. Rasa itu muncul, seiring dengan keinginan untuk berbagi kisah antara keduanya. Dan ternyata bak gayung bersambut, cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Sayangnya, keduanya menyadari bahwa perasaan mereka tak mungkin berlanjut dikarenakan keduanya sama-sama memiliki hubungan special dengan yang lain, dan cinta pun harus diakhiri.
Yang satu ini lebih special, bukan special pake telor. Tapi ini kisah cinta wanita muda berusia 30 tahun. Wanita ini memiliki dua orang anak buah cintanya dengan suami tercinta. Sebut saja namanya Yanti. Dia bercerita padaku di sebuah pertemuan singkat kami, ia mengatakan bahwa ia jatuh hati. aku tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh atau serius.. karena memang sudah seharusnya kan seorang istri mencintai suaminya. Tapi aku kaget, saat ia berkata bahwa ia jatuh hati pada teman suaminya. Agar lebih memastikan pendengaranku, aku bertanya sekali lagi, dan ternyata hal itu benar. Ya ampun, aku bingung, sangat bingung saat ia meminta pendapatku tentang hal ini. Secara aku saja belum menikah, bagaimana mungkin memberikan sebuah petuah tentang pernikahan. Hehehe…. Tapi aku hanya bisa menjawab base on my experience. Saat itu aku bilang, jika aku menyukai seseorang aku berusaha untuk jujur. Jujur pada diriku, jujur pada laki-laki yang aku sayangi. Tapi itu dengan catatan bahwa aku dan laki-laki itu sama-sama masih sendiri loch (tidak dalam ikatan pernikahan). Jadi ya it depend on you, tapi aku berharap apapun yang kan kau lakukan pertimbangkan kembali suami dan anak-anakmu. Kataku saat itu, karena seorang yang sudah menikah harus berfikir berbeda dengan seseorang yang belum menikah dalam menyikapi rasa sayangnya pada wanita atau laki-laki lain. Hal ini adalah bentuk dari tanggungjawabnya terhadap pasangannya. Aku tahu mungkin aku belum tentu bisa berlaku seperti yang telah aku sampaikan jika aku jadi dia. Aku hanya berusaha menegaskan bahwa posisi kami berbeda. Sayang sekali aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah yang satu ini.
Itulah cinta
Ia datang ke lubuk sanubari
Menghangatkan jiwa yang kering
Tak peduli tempat, waktu dan usia
Ia hinggap tanpa diminta
Dan menyisakan kenangan yang mendalam
Ooo cinta,
Suaramu begitu menggoda, sehingga mata ingin memilikinya
Cinta mampu membutakan para penikmatnya
Cinta ga pake logika
Dan cinta bias menjadi petaka
Ketika cinta tak lagi mampu dikendalikan
Hingga penyesalan berujung air mata
Wallahu’alambishowab
Oo cinta, begitu besarnyakah kekuatanmu hingga kami tak mampu untuk melepaskanmu yang tlah hinggap di hati kami. Kau datang tiba-tiba, mengisi kekosongan hati yang mulai kering.
Sebut saja namanya Tiara, seorang gadis muda berusia 20 tahun. Ia jatuh cinta pada seorang laki-laki yang telah membimbingnya untuk lebih dekat dengan TuhanNya. Namun apa daya cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan rasa sakit pun kian menderanya. Bagaimana tidak, saat ia berusaha keras untuk melepaskan cinta yang dirasakannya ternyata sahabat-sahabat yang menjadi tempatnya mencurahkan hati pun jatuh hati pada sang lelaki. Bak pagar makan tanaman, Tiara pun marah dan kesal dengan sahabat-sahabatnya karena ia merasa dibodohi, dimanfaatkan. Karena walau sang lelaki tidak merasakah hal yang sama dengan Tiara namun ia tetap menganggapnya sebagai adiknya. Sehingga sahabat-sahabatnya berusaha untuk menggali informasi tentang sang lelaki padanya. Sedih, pilu, tapi itulah konsekuensi jika kita ingin jatuh cinta.
Lain cerita dengan Saskia, wanita berusia 28 tahun tercatat telah dilamar oleh temannya yang berusia 29 tahun. Namun perasaan itu datang kepadanya bukan dengan laki-laki yang melamarnya, melainkan rekan kerjanya di Event Organizer. Yah, Cinta Lokasi lah lebih tepatnya, cinta datang karena intensitas pertemuan, komunikasi, kerjasama. Rasa itu muncul, seiring dengan keinginan untuk berbagi kisah antara keduanya. Dan ternyata bak gayung bersambut, cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Sayangnya, keduanya menyadari bahwa perasaan mereka tak mungkin berlanjut dikarenakan keduanya sama-sama memiliki hubungan special dengan yang lain, dan cinta pun harus diakhiri.
Yang satu ini lebih special, bukan special pake telor. Tapi ini kisah cinta wanita muda berusia 30 tahun. Wanita ini memiliki dua orang anak buah cintanya dengan suami tercinta. Sebut saja namanya Yanti. Dia bercerita padaku di sebuah pertemuan singkat kami, ia mengatakan bahwa ia jatuh hati. aku tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh atau serius.. karena memang sudah seharusnya kan seorang istri mencintai suaminya. Tapi aku kaget, saat ia berkata bahwa ia jatuh hati pada teman suaminya. Agar lebih memastikan pendengaranku, aku bertanya sekali lagi, dan ternyata hal itu benar. Ya ampun, aku bingung, sangat bingung saat ia meminta pendapatku tentang hal ini. Secara aku saja belum menikah, bagaimana mungkin memberikan sebuah petuah tentang pernikahan. Hehehe…. Tapi aku hanya bisa menjawab base on my experience. Saat itu aku bilang, jika aku menyukai seseorang aku berusaha untuk jujur. Jujur pada diriku, jujur pada laki-laki yang aku sayangi. Tapi itu dengan catatan bahwa aku dan laki-laki itu sama-sama masih sendiri loch (tidak dalam ikatan pernikahan). Jadi ya it depend on you, tapi aku berharap apapun yang kan kau lakukan pertimbangkan kembali suami dan anak-anakmu. Kataku saat itu, karena seorang yang sudah menikah harus berfikir berbeda dengan seseorang yang belum menikah dalam menyikapi rasa sayangnya pada wanita atau laki-laki lain. Hal ini adalah bentuk dari tanggungjawabnya terhadap pasangannya. Aku tahu mungkin aku belum tentu bisa berlaku seperti yang telah aku sampaikan jika aku jadi dia. Aku hanya berusaha menegaskan bahwa posisi kami berbeda. Sayang sekali aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah yang satu ini.
Itulah cinta
Ia datang ke lubuk sanubari
Menghangatkan jiwa yang kering
Tak peduli tempat, waktu dan usia
Ia hinggap tanpa diminta
Dan menyisakan kenangan yang mendalam
Ooo cinta,
Suaramu begitu menggoda, sehingga mata ingin memilikinya
Cinta mampu membutakan para penikmatnya
Cinta ga pake logika
Dan cinta bias menjadi petaka
Ketika cinta tak lagi mampu dikendalikan
Hingga penyesalan berujung air mata
Wallahu’alambishowab
Minggu, 20 Juli 2008
Suratku yang tertunda
Kawan, sungguh bukan aku tak mengingat hari spesial untukmu..
bukan pula aku tak ingin memberikan untaian doaku untukmu
hanya saja lidahku kelu, tak mampu mengutarakan kerinduanku..
menuliskannya pun tak mampu membendung kesedihanku..
Aku hanya dapat lirih berdoa, Untukmu dari lubuk hatiku
Barakallah Fii Umur,
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menuju JannahNya yang Abadi
Aku tahu dari sikapmu, kau marah padaku
karena keegoisanku...
tapi kumohon, pahami aku, pahami caraku..
dan ijinkanku kembalikan cinta ini ke Pemilik hidup..
karena aku sedang belajar mengikhlaskan keputusanku...
agar hidup jauh lebih berarti..
May Alah always love us whereever we are and wherever we do...
bukan pula aku tak ingin memberikan untaian doaku untukmu
hanya saja lidahku kelu, tak mampu mengutarakan kerinduanku..
menuliskannya pun tak mampu membendung kesedihanku..
Aku hanya dapat lirih berdoa, Untukmu dari lubuk hatiku
Barakallah Fii Umur,
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menuju JannahNya yang Abadi
Aku tahu dari sikapmu, kau marah padaku
karena keegoisanku...
tapi kumohon, pahami aku, pahami caraku..
dan ijinkanku kembalikan cinta ini ke Pemilik hidup..
karena aku sedang belajar mengikhlaskan keputusanku...
agar hidup jauh lebih berarti..
May Alah always love us whereever we are and wherever we do...
Rabu, 16 Juli 2008
Senandung Laguku
Di dalam kegelapan
Kumencari cahya-Mu
Yang hilang sirna tak tersisa
Semakin kuterlena
Semakin kuterbawa
Arah hina dan ternoda
Kurindukan sinar suciMu yang mulia
dan kuharapkan belai kasihMu
Agar musnah semua keangkuhan diriku
dan kulepaskan dari sifatku
aa....aaaa..........aaa
Sejenak nasyid tersebut bersenandung di fikiranku.
Aku jadi teringat dengan sebuah syair yang pernah kubawakan dalam sebuah pentas kecil. Syair yang menyenandungkan tentang kegelisahanku dulu, dan kini kembali menghampiriku.
Mungkin benar, sebuah pepatah yang mengatakan jangan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena jika itu terjadi, maka itu berarti kita tak pernah belajar dari kegagalan kita.
Mirip tapi tak sama, karena kegelisahanku saat ini lebih berat terasa. Karena kali ini aku merasa sendiri. Mungkin semua ini karena aku telah jauh melangkah, bahkan terlalu jauh meninggalkan isi hatiku dalam keadaan yang kering kerontang. Hati ini selalu galau, sedih dan tak tenang dalam aktifitasku.
"...Jatuh... jatuh dan jatuh
terjatuh aku dalam lubang kegelapan
meraba mencari pegangan..
kucoba cari sekelilingku tuk temukan seberkas cahaya
Namun...."
sekilas tentang gambaran hatiku dulu... sebuah syair yang kini harus kucermati kembali. Bahkan ku telaah kembali berharap mendapat ending yang menyenangkan seperti pada bait yang tertulis di syair tersebut.
"Selamat Tinggal Kegelapan, Selamat Datang Cahaya Abadi.."
Aku percaya bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Semoga kali ini pun dapat kuraih kembali cahaya yang kan menyinari hari-hariku.
Kumencari cahya-Mu
Yang hilang sirna tak tersisa
Semakin kuterlena
Semakin kuterbawa
Arah hina dan ternoda
Kurindukan sinar suciMu yang mulia
dan kuharapkan belai kasihMu
Agar musnah semua keangkuhan diriku
dan kulepaskan dari sifatku
aa....aaaa..........aaa
Sejenak nasyid tersebut bersenandung di fikiranku.
Aku jadi teringat dengan sebuah syair yang pernah kubawakan dalam sebuah pentas kecil. Syair yang menyenandungkan tentang kegelisahanku dulu, dan kini kembali menghampiriku.
Mungkin benar, sebuah pepatah yang mengatakan jangan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena jika itu terjadi, maka itu berarti kita tak pernah belajar dari kegagalan kita.
Mirip tapi tak sama, karena kegelisahanku saat ini lebih berat terasa. Karena kali ini aku merasa sendiri. Mungkin semua ini karena aku telah jauh melangkah, bahkan terlalu jauh meninggalkan isi hatiku dalam keadaan yang kering kerontang. Hati ini selalu galau, sedih dan tak tenang dalam aktifitasku.
"...Jatuh... jatuh dan jatuh
terjatuh aku dalam lubang kegelapan
meraba mencari pegangan..
kucoba cari sekelilingku tuk temukan seberkas cahaya
Namun...."
sekilas tentang gambaran hatiku dulu... sebuah syair yang kini harus kucermati kembali. Bahkan ku telaah kembali berharap mendapat ending yang menyenangkan seperti pada bait yang tertulis di syair tersebut.
"Selamat Tinggal Kegelapan, Selamat Datang Cahaya Abadi.."
Aku percaya bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Semoga kali ini pun dapat kuraih kembali cahaya yang kan menyinari hari-hariku.
Senin, 14 Juli 2008
Cintaku, Untukmu
Kupersembahkan cintaku untukmu…..
Dengan ketulusan, namun sangat berarti
Aku tau hidupku tak mungkin lebih berarti tanpa kasih dan sayangmu padaku
Dan aku sangat mengerti bahwa seluruh hidupmu telah kau berikan untukku
Untuk yang terbaik yang bisa kau berikan
Kupersembahkan seluruh kebahagiaanku untuk senyum diwajahmu
Setelah sekian lama, ku menghapusnya dari wajahmu.,,
Bahkan melukaimu begitu dalam hingga air mata sering kau lirihkan untukku
Aku hanya berharap, keikhlasan dapat ku raih
Untuk ridho dan cinta yang abadi
Bukan cinta semu yang membutakan mataku
Hinggaku berpaling dari cinta yang hakiki
Untukmu, kuberikan apa yang mampu kuusahakan
Untukmu, yang sangat mencintaiku…..
Ibu dan ayahku….
14 Juli 2006
Dengan ketulusan, namun sangat berarti
Aku tau hidupku tak mungkin lebih berarti tanpa kasih dan sayangmu padaku
Dan aku sangat mengerti bahwa seluruh hidupmu telah kau berikan untukku
Untuk yang terbaik yang bisa kau berikan
Kupersembahkan seluruh kebahagiaanku untuk senyum diwajahmu
Setelah sekian lama, ku menghapusnya dari wajahmu.,,
Bahkan melukaimu begitu dalam hingga air mata sering kau lirihkan untukku
Aku hanya berharap, keikhlasan dapat ku raih
Untuk ridho dan cinta yang abadi
Bukan cinta semu yang membutakan mataku
Hinggaku berpaling dari cinta yang hakiki
Untukmu, kuberikan apa yang mampu kuusahakan
Untukmu, yang sangat mencintaiku…..
Ibu dan ayahku….
14 Juli 2006
Kamis, 10 Juli 2008
Aku Sakit, Aku Sedih
Hidup memang penuh dengan lika-liku hidup
takkan bisa kita hindari semua lika-liku hidup ini....
Apalagi saat sebuah hubungan harus berakhir dan itu berakhir di tangan kita
Aku sedih aku sakit..
Sakit hati ini... dan aku tak sanggup berlari dari semua kenyataan ini..
karena aku sangat menyayanginya....
Hiks... aku sedih, entah tangisan akankah mampu meredam semua kepiluan hati ini
Inilah jalanku, n i should face it..... Walau aku terus menangisi hari-harilu dengannya..
Smoga bukan angan-angan yang selalu mencumbui apalagi mentertawakan keresahan hati ini...
Dan semua kisah ini kan jadi kenangan yang selalu ada dalam hati ini....
I love You More than anyone..... n lets keep this love in our hearth...
Key.... See You
takkan bisa kita hindari semua lika-liku hidup ini....
Apalagi saat sebuah hubungan harus berakhir dan itu berakhir di tangan kita
Aku sedih aku sakit..
Sakit hati ini... dan aku tak sanggup berlari dari semua kenyataan ini..
karena aku sangat menyayanginya....
Hiks... aku sedih, entah tangisan akankah mampu meredam semua kepiluan hati ini
Inilah jalanku, n i should face it..... Walau aku terus menangisi hari-harilu dengannya..
Smoga bukan angan-angan yang selalu mencumbui apalagi mentertawakan keresahan hati ini...
Dan semua kisah ini kan jadi kenangan yang selalu ada dalam hati ini....
I love You More than anyone..... n lets keep this love in our hearth...
Key.... See You
Jumat, 20 Juni 2008
Di Persimpangan Jalan
Berada di persimpangan jalan
salah satunya akan membawa ke jurang kehidupan
keputusan takkan bisa kembalikan masa lalu
untuk sebuah kesucian hidup
hanya bisa menerima kenyataan
bahwa jalan harus dipilih
unik, memang semua manusia akan mengalaminya..
namun hanya sebagian saja yang bisa memilih sesuai jalan-Nya
berapa banyak yang telah tergelincir jatuh ke jurang yang dalam
hanya hati yang bersih yang mampu melalui nya dan mendapatkan kebahagiaan
di sana... di keabadian hidup......
salah satunya akan membawa ke jurang kehidupan
keputusan takkan bisa kembalikan masa lalu
untuk sebuah kesucian hidup
hanya bisa menerima kenyataan
bahwa jalan harus dipilih
unik, memang semua manusia akan mengalaminya..
namun hanya sebagian saja yang bisa memilih sesuai jalan-Nya
berapa banyak yang telah tergelincir jatuh ke jurang yang dalam
hanya hati yang bersih yang mampu melalui nya dan mendapatkan kebahagiaan
di sana... di keabadian hidup......
Minggu, 08 Juni 2008
Aku dan Lelaki Itu
Sore itu, aku bersama kedua rekanku akan pulang dari JHCC Senayan setelah menghadiri acara CSR yang diselenggarakan oleh KLH. Dalam perjalanan pulang kami berencana untuk sholat di Masjid Al Azhar karena lebih leluasa dibandingkan tempat sholat yang disediakan oleh panitia.
Ketika kami keluar dan menuju ke Masjid Al Azhar tiba-tiba tepat disebelah kananku kurasakan sesuatu menarik dan membuatku kaget. Aku tersentak ketika kusadari sesosok laki-laki terjatuh dari motornya. Ia tertiban motornya, dan ternyata semua karena AKU. Aku kaget dan benar-benar tak percaya. Bagaimana mungkin ia bisa terjatuh padahal aku tak menyentuhnya. Ternyata motor yang dikendarainya menarik tali tasku yang kebetulan saat itu akan kupindahkan kepangkuanku.
Seketika itu juga aku lemas, gemetar , tegang dan harap-harap cemas; apakah laki-laki itu baik-baik saja atau ia terluka. Aku turun dari motorku dan kudatangi laki-laki tersebut. Laki-laki itu di tolong oleh pak polisi yang kebetulan lagi istirahat di tempat pertigaan Put-put Golf tersebut dan membawanya ke pinggir. Seketika aku dan laki-laki tersebut berpandangan, sungguh saat aku menatap matanya ia menjadi sosok yang sangat menakutkan. Matanya tajam seolah menusukku, aku takut melihatnya. aku seolah berada di dasar ketakutan yang begitu sangat. oooh seandainya di sana ada kakakku mungkin aku akan mundur dan berada di balik kakakku atau menangis, ah tapi itu hanya anganku saja. Aku semakin ketakutan, seandainya aku bisa melihat wajahku saat itu mungkin pucat seperti makanan yang direbus.. Aku dekati laki-laki itu untuk minta maaf, tapi laki-laki itu tak menjawab permintaan maafku ia hanya menatapku dengan pandangan yang menakutkan. Dendam, marah atau apapun itu yang pasti hal itu semakin membuatku merasa bersalah.
Karena aku, lelaki itu terjatuh dan mungkin sangat kesakitan, hingga ia menatap benci padaku. Ia pun pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Aku hanya bisa terdiam melihatnya meninggalkan TKP. Namun aku masih merasa bersalah padanya, dan aku berharap permintaan maafku diterima olehnya. Tiba-tiba pak polisi berkata padaku, “udah ga apa-apa mbak” membuyarkan perasaan bersalah yang semakin menjadi. Dalam perjalanan otakku terus berfikir, bagaimana bisa hal itu terjadi? Kenapa motor yang berlawanan arah itu bisa terlalu dekat denganku. Padahal motorku berhenti sedangkan di bagian depan dan belakang motorku ada mobil yang berhenti karena macet. Bagaimana bisa? Aaaah aku tak tahu pasti.
Seandainya aku laki-laki mungkin laki-laki itu akan melampiaskan kemarahannya padaku. Bisa memukul, memaki atau apa sajalah yang biasa diungkapkan oleh orang yang sedang marah. Namun karena aku seorang wanita, hal itu tak dapat ia lakukan. Ia hanya menatapku dan menahan kemarahannya.
Ya Allah, semakin aku berfikir bagaimana kejadian itu dapat terjadi? Maka semakin takut dan gemetar aku. Sehingga dalam perjalanan pulang aku hanya terdiam,lemas dan gemetar yang masih merasuk dalam diri. Ku genggam jari jemari, memeluk tasku yang putus, majalah dan brosur yang berada di pangkuanku untuk menetralisir perasaan ini yang akhirnya air matapun menetes dalam diamku. Karena sungguh kepalaku saat itu dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku jawab. Walau teman-temanku menenangkan aku dengan kata-katanya “Bukan salah sampean koq,….”, “ itu biasa terjadi kalo di jalan…”. Akan tetapi hati, fikiran ini tetap pergi mencari lelaki itu dan berharap ia dalam keadaan baik-baik saja. Aku hanya dapat berdoa, semoga Allah mengangkat rasa sakit dan meluluhkan hatinya untuk memaafkanku..
Illahi, sungguh Engkau yang Maha Tahu, Engkau yang tahu seperti apa kejadian sesungguhnya. Illahi sungguh aku bersyukur bahwa Engkau melepaskan tasku dari tubuhku, karena jika bukan karenaMu mungkin aku akan tergeletak menabrak mobil dibelakangku.
Illahi, aku bersyukur karena aku seorang wanita, sehingga laki-laki itu tidak menumpahkan kemarahannya padaku. Karena bila itu terjadi mungkin aku tak bisa menerimanya. Ya Rabb Maafkan aku, untuk khilafku yang melukai orang lain.. Maaf ya Allah yang Maha Pengampun…Sungguh ya Allah, tak ada yang bisa menebak seperti apa kejadiannya. Karena semua itu sudah tertulis dalam kitab-Mu. Bahwa hari, jam, menit, tempat semuanya telah Kau tuliskan dalam perjalanan hidupku. Sehingga aku bisa mengambil hikmah dari setiap langkah serta hembusan nafas yang kuhirup dan kukeluarkan.
Thank You Allah for everthing....
Kutulis kisah ini untuk menyampaikan perasaan bersalahku yang begitu sangat.
Aku minta Maaf untuk dia yang tidak sengaja terjatuh karena aku.
Mungkin bagi orang lain ini hal yang sepele, tapi bagiku ini sesuatu yang pasti kukenang seumur hidupku.
Thank you Allah..
Home, 6 Jun 2008
Ketika kami keluar dan menuju ke Masjid Al Azhar tiba-tiba tepat disebelah kananku kurasakan sesuatu menarik dan membuatku kaget. Aku tersentak ketika kusadari sesosok laki-laki terjatuh dari motornya. Ia tertiban motornya, dan ternyata semua karena AKU. Aku kaget dan benar-benar tak percaya. Bagaimana mungkin ia bisa terjatuh padahal aku tak menyentuhnya. Ternyata motor yang dikendarainya menarik tali tasku yang kebetulan saat itu akan kupindahkan kepangkuanku.
Seketika itu juga aku lemas, gemetar , tegang dan harap-harap cemas; apakah laki-laki itu baik-baik saja atau ia terluka. Aku turun dari motorku dan kudatangi laki-laki tersebut. Laki-laki itu di tolong oleh pak polisi yang kebetulan lagi istirahat di tempat pertigaan Put-put Golf tersebut dan membawanya ke pinggir. Seketika aku dan laki-laki tersebut berpandangan, sungguh saat aku menatap matanya ia menjadi sosok yang sangat menakutkan. Matanya tajam seolah menusukku, aku takut melihatnya. aku seolah berada di dasar ketakutan yang begitu sangat. oooh seandainya di sana ada kakakku mungkin aku akan mundur dan berada di balik kakakku atau menangis, ah tapi itu hanya anganku saja. Aku semakin ketakutan, seandainya aku bisa melihat wajahku saat itu mungkin pucat seperti makanan yang direbus.. Aku dekati laki-laki itu untuk minta maaf, tapi laki-laki itu tak menjawab permintaan maafku ia hanya menatapku dengan pandangan yang menakutkan. Dendam, marah atau apapun itu yang pasti hal itu semakin membuatku merasa bersalah.
Karena aku, lelaki itu terjatuh dan mungkin sangat kesakitan, hingga ia menatap benci padaku. Ia pun pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Aku hanya bisa terdiam melihatnya meninggalkan TKP. Namun aku masih merasa bersalah padanya, dan aku berharap permintaan maafku diterima olehnya. Tiba-tiba pak polisi berkata padaku, “udah ga apa-apa mbak” membuyarkan perasaan bersalah yang semakin menjadi. Dalam perjalanan otakku terus berfikir, bagaimana bisa hal itu terjadi? Kenapa motor yang berlawanan arah itu bisa terlalu dekat denganku. Padahal motorku berhenti sedangkan di bagian depan dan belakang motorku ada mobil yang berhenti karena macet. Bagaimana bisa? Aaaah aku tak tahu pasti.
Seandainya aku laki-laki mungkin laki-laki itu akan melampiaskan kemarahannya padaku. Bisa memukul, memaki atau apa sajalah yang biasa diungkapkan oleh orang yang sedang marah. Namun karena aku seorang wanita, hal itu tak dapat ia lakukan. Ia hanya menatapku dan menahan kemarahannya.
Ya Allah, semakin aku berfikir bagaimana kejadian itu dapat terjadi? Maka semakin takut dan gemetar aku. Sehingga dalam perjalanan pulang aku hanya terdiam,lemas dan gemetar yang masih merasuk dalam diri. Ku genggam jari jemari, memeluk tasku yang putus, majalah dan brosur yang berada di pangkuanku untuk menetralisir perasaan ini yang akhirnya air matapun menetes dalam diamku. Karena sungguh kepalaku saat itu dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku jawab. Walau teman-temanku menenangkan aku dengan kata-katanya “Bukan salah sampean koq,….”, “ itu biasa terjadi kalo di jalan…”. Akan tetapi hati, fikiran ini tetap pergi mencari lelaki itu dan berharap ia dalam keadaan baik-baik saja. Aku hanya dapat berdoa, semoga Allah mengangkat rasa sakit dan meluluhkan hatinya untuk memaafkanku..
Illahi, sungguh Engkau yang Maha Tahu, Engkau yang tahu seperti apa kejadian sesungguhnya. Illahi sungguh aku bersyukur bahwa Engkau melepaskan tasku dari tubuhku, karena jika bukan karenaMu mungkin aku akan tergeletak menabrak mobil dibelakangku.
Illahi, aku bersyukur karena aku seorang wanita, sehingga laki-laki itu tidak menumpahkan kemarahannya padaku. Karena bila itu terjadi mungkin aku tak bisa menerimanya. Ya Rabb Maafkan aku, untuk khilafku yang melukai orang lain.. Maaf ya Allah yang Maha Pengampun…Sungguh ya Allah, tak ada yang bisa menebak seperti apa kejadiannya. Karena semua itu sudah tertulis dalam kitab-Mu. Bahwa hari, jam, menit, tempat semuanya telah Kau tuliskan dalam perjalanan hidupku. Sehingga aku bisa mengambil hikmah dari setiap langkah serta hembusan nafas yang kuhirup dan kukeluarkan.
Thank You Allah for everthing....
Kutulis kisah ini untuk menyampaikan perasaan bersalahku yang begitu sangat.
Aku minta Maaf untuk dia yang tidak sengaja terjatuh karena aku.
Mungkin bagi orang lain ini hal yang sepele, tapi bagiku ini sesuatu yang pasti kukenang seumur hidupku.
Thank you Allah..
Home, 6 Jun 2008
Label:
AKU,
Aku dan Lelaki,
CSR,
Duniapuisi,
Lelaki,
Thank You Allah
Kamis, 22 Mei 2008
Tentang AKU
Entah kemana aku harus berlari
Sedang kakiku telah tertatih
Entah kemana harus ku langkahkan
Sedang tujuanku tak jelas arah
Entah kemana ku labuhkan kegelisahanku
Sedang amarah dan kesedihan terus berkecamuk dalam hidupku
Sebagian dari diriku ingin berlabuh, namun sebagian yang lain mengajakku pergi jauh
Ke tempat yang aku tahu tidak mudah untuk dilalui
Oh aku bingung, kemana lagi waktu kan membawaku pergi
Bukan lagi tentang kemana aku ingin pergi
Melainkan kemana arah kan membawaku serta..
Karena air mata terus menitikkan kepedihannya
Sedang keikhlasan terus di usahakan
Agar tidak menutup keinginan yang lain
Tapi emosi terus bermain-main tak henti
Aku ingin pergi dari kenyataan yang menyakitkan
Aku tak ingin kembali
Kembali kedunia khayal yang terus bernostalgia indah
Aku ingin menangis…
Home, 21 Mei 2008
Sedang kakiku telah tertatih
Entah kemana harus ku langkahkan
Sedang tujuanku tak jelas arah
Entah kemana ku labuhkan kegelisahanku
Sedang amarah dan kesedihan terus berkecamuk dalam hidupku
Sebagian dari diriku ingin berlabuh, namun sebagian yang lain mengajakku pergi jauh
Ke tempat yang aku tahu tidak mudah untuk dilalui
Oh aku bingung, kemana lagi waktu kan membawaku pergi
Bukan lagi tentang kemana aku ingin pergi
Melainkan kemana arah kan membawaku serta..
Karena air mata terus menitikkan kepedihannya
Sedang keikhlasan terus di usahakan
Agar tidak menutup keinginan yang lain
Tapi emosi terus bermain-main tak henti
Aku ingin pergi dari kenyataan yang menyakitkan
Aku tak ingin kembali
Kembali kedunia khayal yang terus bernostalgia indah
Aku ingin menangis…
Home, 21 Mei 2008
Rabu, 14 Mei 2008
Cinta dan Hidupku
Cinta dan Hidupku
Merengkuh kehidupan untuk sebuah cinta
Entah cinta yang seperti apa yang harus dijalani
Sedang seluruh asa berhenti di satu titik
Titik emosi serta kehilangan makna
Esensi hidup yang mulai bergerak bebas
Katanya, carilah esensi hidup dalam diri sendiri
Namun kebutaan sepertinya menutupi mata hati
Berani untuk berbicara dan berdiri di atas kaki sendiri
Tak peduli dunia kan berkata apa
Langkah kan terus di perjuangkan
Ooooo Mengapa yang lain bisa mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu dalam ikatan cinta tanpa kepastian
Yang senantiasa menjadi penantian panjang untuk cinta
Sebuah catatan sejarah yang hanya menjadi kenangan
Kenangan untuk para penikmat cinta
Hari ini aku belajar sesuatu, belajar tentang hidup, belajar tentang cinta.. saat aku menyadari sesungguhnya cinta ini hanya membuat semua orang terluka…
Padahal bukan itu esensi sebuah cinta. Cinta seharusnya membuat semua orang berbahagia, bukan bahagia untuk diri sendiri, namun juga untuk orang-orang disekitar kita…
Air mata kan terus membasahi pipi ini, karena harus memilih.. memilih antara cinta yang kita miliki dengan keinginan untuk membahagiakan sekitar kita.
Seandainya aku tak pernah memiliki cinta itu, seandainya aku berjalan sesuai jalur yang utuh. Mungkin tak kudapati air mata yang berkepanjangan. Yang terus menyakiti semuanya.. Seandainya aku boleh memilih, ijinkanku kembali mengenal cinta hakiki. Cinta yang sesungguhnya, cinta yang hanya kupasrahkan hidup dan matiku untuk Nya. Cnta yang kudamba saat ini.. cinta yang mampu menenangkan jiwaku… cinta yang mampu meluluhlantakkan siapapun.. cintaMu..
Aku rindu saat-saat merinduku padaMu
Aku rindu saat-saat bahagia bersama orang-orang yang tegar di jalanMu
Aku rindu.. sungguh aku rindu….
Namun aku tahu, cinta ini tlah berbagi, cinta ini tak lagi utuh.. Entah harus ku bersihkan dengan apa cintaku ini.. hingga cinta ini kembali menjadi murni. Semurni cinta yang yang ditiupkanNya ke setiap insan. Kini aku hanya dapat menyulamnya kembali dengan jarum dan benang-benang jalanNya. Karena sesungguhnya cinta yang kurindu adalah cinta yang telah dititipkan Nya tanpa pilih kasih, dan aku menginginkan cinta yang utuh, cinta yang dengannya bisa ku rajut kembali benang kusut dalam hidupku, cinta yang mampu membawaku semakin mencinta Sang Pemilik Cinta, cinta yang memberiku kedamaian, cinta yang mampu menerangi hidupku untuk senantiasa bermunajat kepadaNya. Cinta yang dengannya bisa kami arungi hidup di jalan yang benar. Cinta yang akan dapat membuat seluruh makhluk iri karena cinta yang disatukan itu bersih dari permainan hina, cinta yang membuat syetan-syetan kepanasan karena cinta suci itu tlah terajut. Dan Aku ingin Sebuah Cinta.. Kembali ke Sang Pemilik Cinta…
Jakarta, 15 May 2008.. My Home
Merengkuh kehidupan untuk sebuah cinta
Entah cinta yang seperti apa yang harus dijalani
Sedang seluruh asa berhenti di satu titik
Titik emosi serta kehilangan makna
Esensi hidup yang mulai bergerak bebas
Katanya, carilah esensi hidup dalam diri sendiri
Namun kebutaan sepertinya menutupi mata hati
Berani untuk berbicara dan berdiri di atas kaki sendiri
Tak peduli dunia kan berkata apa
Langkah kan terus di perjuangkan
Ooooo Mengapa yang lain bisa mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu dalam ikatan cinta tanpa kepastian
Yang senantiasa menjadi penantian panjang untuk cinta
Sebuah catatan sejarah yang hanya menjadi kenangan
Kenangan untuk para penikmat cinta
Hari ini aku belajar sesuatu, belajar tentang hidup, belajar tentang cinta.. saat aku menyadari sesungguhnya cinta ini hanya membuat semua orang terluka…
Padahal bukan itu esensi sebuah cinta. Cinta seharusnya membuat semua orang berbahagia, bukan bahagia untuk diri sendiri, namun juga untuk orang-orang disekitar kita…
Air mata kan terus membasahi pipi ini, karena harus memilih.. memilih antara cinta yang kita miliki dengan keinginan untuk membahagiakan sekitar kita.
Seandainya aku tak pernah memiliki cinta itu, seandainya aku berjalan sesuai jalur yang utuh. Mungkin tak kudapati air mata yang berkepanjangan. Yang terus menyakiti semuanya.. Seandainya aku boleh memilih, ijinkanku kembali mengenal cinta hakiki. Cinta yang sesungguhnya, cinta yang hanya kupasrahkan hidup dan matiku untuk Nya. Cnta yang kudamba saat ini.. cinta yang mampu menenangkan jiwaku… cinta yang mampu meluluhlantakkan siapapun.. cintaMu..
Aku rindu saat-saat merinduku padaMu
Aku rindu saat-saat bahagia bersama orang-orang yang tegar di jalanMu
Aku rindu.. sungguh aku rindu….
Namun aku tahu, cinta ini tlah berbagi, cinta ini tak lagi utuh.. Entah harus ku bersihkan dengan apa cintaku ini.. hingga cinta ini kembali menjadi murni. Semurni cinta yang yang ditiupkanNya ke setiap insan. Kini aku hanya dapat menyulamnya kembali dengan jarum dan benang-benang jalanNya. Karena sesungguhnya cinta yang kurindu adalah cinta yang telah dititipkan Nya tanpa pilih kasih, dan aku menginginkan cinta yang utuh, cinta yang dengannya bisa ku rajut kembali benang kusut dalam hidupku, cinta yang mampu membawaku semakin mencinta Sang Pemilik Cinta, cinta yang memberiku kedamaian, cinta yang mampu menerangi hidupku untuk senantiasa bermunajat kepadaNya. Cinta yang dengannya bisa kami arungi hidup di jalan yang benar. Cinta yang akan dapat membuat seluruh makhluk iri karena cinta yang disatukan itu bersih dari permainan hina, cinta yang membuat syetan-syetan kepanasan karena cinta suci itu tlah terajut. Dan Aku ingin Sebuah Cinta.. Kembali ke Sang Pemilik Cinta…
Jakarta, 15 May 2008.. My Home
Selasa, 29 April 2008
Amukan Jiwa
Ketika senyuman coba dihadirkan
namun sungguh sakit,
sakit yang sebenarnya,
semakin lama menggerogoti diri
karena jiwa tlah lama sakit
yang tertinggal hanya amukan jiwa.
ketika senandung Al Fatihah coba diucapkan.
tuk redam amarah yang ada
ketika harapan coba diungkapkan..
namun lagi-lagi hati ini terluka..
Inikah Bara yang kan tetap tertinggal
saat yang lain mampu diredam kalam suci
Semoga bara itu tak menyala...
namun sungguh sakit,
sakit yang sebenarnya,
semakin lama menggerogoti diri
karena jiwa tlah lama sakit
yang tertinggal hanya amukan jiwa.
ketika senandung Al Fatihah coba diucapkan.
tuk redam amarah yang ada
ketika harapan coba diungkapkan..
namun lagi-lagi hati ini terluka..
Inikah Bara yang kan tetap tertinggal
saat yang lain mampu diredam kalam suci
Semoga bara itu tak menyala...
Senin, 28 April 2008
Merangkai Makna
Izinkanku merangkai makna...
Izinkanku merangkai kata..
Untuk segenap cinta yang kurasa
untuk segenap rindu yang membara..
Izinkanku merangkai kata
untuk gelisah di dalam dada, yang terus terpatri
Izinkanku merajut cinta dalam bahtera syah yang dirindukan..
Dalam bahasa halal yang terucap
Izinkanku memaknai lebih dari sekedar kata..
By
NA (27 April 2008)
Izinkanku merangkai kata..
Untuk segenap cinta yang kurasa
untuk segenap rindu yang membara..
Izinkanku merangkai kata
untuk gelisah di dalam dada, yang terus terpatri
Izinkanku merajut cinta dalam bahtera syah yang dirindukan..
Dalam bahasa halal yang terucap
Izinkanku memaknai lebih dari sekedar kata..
By
NA (27 April 2008)
Langganan:
Komentar (Atom)