Muhasabah Cinta

Minggu, 20 Juli 2008

Suratku yang tertunda

Kawan, sungguh bukan aku tak mengingat hari spesial untukmu..
bukan pula aku tak ingin memberikan untaian doaku untukmu
hanya saja lidahku kelu, tak mampu mengutarakan kerinduanku..
menuliskannya pun tak mampu membendung kesedihanku..
Aku hanya dapat lirih berdoa, Untukmu dari lubuk hatiku
Barakallah Fii Umur,
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menuju JannahNya yang Abadi
Aku tahu dari sikapmu, kau marah padaku
karena keegoisanku...
tapi kumohon, pahami aku, pahami caraku..
dan ijinkanku kembalikan cinta ini ke Pemilik hidup..
karena aku sedang belajar mengikhlaskan keputusanku...
agar hidup jauh lebih berarti..
May Alah always love us whereever we are and wherever we do...

Tidak ada komentar: