Muhasabah Cinta

Kamis, 24 Juli 2008

Saat Cinta Menyapa

Hidup, terkadang menyisakan sejuta tanda tanya. Bagaimana tidak, seseorang yang mungkin sudah merasakan cinta, kini harus jatuh cinta lagi. Memang cinta tak mengenal tempat, waktu, jarak bahkan usia. Saat cinta datang, dunia terasa indah. Semangat semakin bergelora, hari-hari menjadi jauh lebih bermakna.

Oo cinta, begitu besarnyakah kekuatanmu hingga kami tak mampu untuk melepaskanmu yang tlah hinggap di hati kami. Kau datang tiba-tiba, mengisi kekosongan hati yang mulai kering.

Sebut saja namanya Tiara, seorang gadis muda berusia 20 tahun. Ia jatuh cinta pada seorang laki-laki yang telah membimbingnya untuk lebih dekat dengan TuhanNya. Namun apa daya cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan rasa sakit pun kian menderanya. Bagaimana tidak, saat ia berusaha keras untuk melepaskan cinta yang dirasakannya ternyata sahabat-sahabat yang menjadi tempatnya mencurahkan hati pun jatuh hati pada sang lelaki. Bak pagar makan tanaman, Tiara pun marah dan kesal dengan sahabat-sahabatnya karena ia merasa dibodohi, dimanfaatkan. Karena walau sang lelaki tidak merasakah hal yang sama dengan Tiara namun ia tetap menganggapnya sebagai adiknya. Sehingga sahabat-sahabatnya berusaha untuk menggali informasi tentang sang lelaki padanya. Sedih, pilu, tapi itulah konsekuensi jika kita ingin jatuh cinta.

Lain cerita dengan Saskia, wanita berusia 28 tahun tercatat telah dilamar oleh temannya yang berusia 29 tahun. Namun perasaan itu datang kepadanya bukan dengan laki-laki yang melamarnya, melainkan rekan kerjanya di Event Organizer. Yah, Cinta Lokasi lah lebih tepatnya, cinta datang karena intensitas pertemuan, komunikasi, kerjasama. Rasa itu muncul, seiring dengan keinginan untuk berbagi kisah antara keduanya. Dan ternyata bak gayung bersambut, cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Sayangnya, keduanya menyadari bahwa perasaan mereka tak mungkin berlanjut dikarenakan keduanya sama-sama memiliki hubungan special dengan yang lain, dan cinta pun harus diakhiri.

Yang satu ini lebih special, bukan special pake telor. Tapi ini kisah cinta wanita muda berusia 30 tahun. Wanita ini memiliki dua orang anak buah cintanya dengan suami tercinta. Sebut saja namanya Yanti. Dia bercerita padaku di sebuah pertemuan singkat kami, ia mengatakan bahwa ia jatuh hati. aku tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh atau serius.. karena memang sudah seharusnya kan seorang istri mencintai suaminya. Tapi aku kaget, saat ia berkata bahwa ia jatuh hati pada teman suaminya. Agar lebih memastikan pendengaranku, aku bertanya sekali lagi, dan ternyata hal itu benar. Ya ampun, aku bingung, sangat bingung saat ia meminta pendapatku tentang hal ini. Secara aku saja belum menikah, bagaimana mungkin memberikan sebuah petuah tentang pernikahan. Hehehe…. Tapi aku hanya bisa menjawab base on my experience. Saat itu aku bilang, jika aku menyukai seseorang aku berusaha untuk jujur. Jujur pada diriku, jujur pada laki-laki yang aku sayangi. Tapi itu dengan catatan bahwa aku dan laki-laki itu sama-sama masih sendiri loch (tidak dalam ikatan pernikahan). Jadi ya it depend on you, tapi aku berharap apapun yang kan kau lakukan pertimbangkan kembali suami dan anak-anakmu. Kataku saat itu, karena seorang yang sudah menikah harus berfikir berbeda dengan seseorang yang belum menikah dalam menyikapi rasa sayangnya pada wanita atau laki-laki lain. Hal ini adalah bentuk dari tanggungjawabnya terhadap pasangannya. Aku tahu mungkin aku belum tentu bisa berlaku seperti yang telah aku sampaikan jika aku jadi dia. Aku hanya berusaha menegaskan bahwa posisi kami berbeda. Sayang sekali aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah yang satu ini.

Itulah cinta
Ia datang ke lubuk sanubari
Menghangatkan jiwa yang kering
Tak peduli tempat, waktu dan usia
Ia hinggap tanpa diminta
Dan menyisakan kenangan yang mendalam
Ooo cinta,
Suaramu begitu menggoda, sehingga mata ingin memilikinya
Cinta mampu membutakan para penikmatnya
Cinta ga pake logika
Dan cinta bias menjadi petaka
Ketika cinta tak lagi mampu dikendalikan
Hingga penyesalan berujung air mata

Wallahu’alambishowab

Tidak ada komentar: