Muhasabah Cinta

Jumat, 29 Agustus 2008

Menara Hati-ku

Dapatkah aku merasakan kejujuran
Bukan sebuah retorika yang aku tak tahu apa artinya
Dapatkah aku merasakan kebahagiaan
Jika waktu-waktu itu terasa begitu cepat dan melenakan
Dapatkah aku melihat warna yang sesungguhnya
Bukan warna indah yang selalu terucapkan

Sayang, panggilan itu indah terdengar
Namun begitu menakutkan
Ketika menjadi cambuk yang bermata ganda
Sisi yang satu menyayat hati, sedang yang lain melenakan
Aaaaah cinta, mengapa hadir saat ini
Saat jiwa ini rapuh dalam ketidakberdayaan
Saat raga ini lelah mencari keabadian
Saat hati ini ingin berlabuh
Dalam pelabuhan yang sesungguhnya

Aaaah cinta, aku lelah….
Lelah bermain-main dengan hati ini
Lelah berlari untuk ketidakpastian
Karena oase ini hanya fatamorgana yang hilang dalam lamunan

Aku tahu, dan aku tak pernah meminta untuk kepastian hati
Walau kecemburuanku mulai menjadi bara di diri
Yang bisa terbakar kapan saja
Namun aku tak mampu berteriak dengan lantang
Karena aku tak bisa, dan aku tak punya hak untuk itu
Aku hanya mengais sisa-sisa air di padang yang gersang
Sehingga cukup kubawa untuk mencari pemberhentian terakhir….

Aku ingin berhenti, berhenti di satu titik
Dengan senandung ArRoyan yang sering kudengar
Namun jalan itu semakin berat, jalan itu seolah menutup pintunya untukku
Karena aku tak mampu dan aku tak bisa membukanya
Karena hati ini telah tertutup
Hati ini penuh dengan cinta, cinta yang terus dikumandangkan
Penuh suka dan duka…
Cinta yang semakin dahsyat meninggalkan diriku sendiri terkurung olehnya

I just want a be my self…
I want to show the real me….
Tapi seolah itu menghalalkan cintaku yang terpuruk

Cinta, tahukah kau kenapa cinta itu ada?
Cinta tak di undang, namun dapat dikendalikan
Cinta hadir saat aku masih mencinta, begitupun kau..
Cinta, jangan pernah berhayal tentang cinta kita
Cinta yang memabukkan, karena semua itu hanya menghancurkan kita
Ke jurang yang semakin dalam

Aaaah cinta, kenapa?
Aku sendiri tak tahu, bagaimana mengungkapkan isi hati ini
Bunga-bunga yang hadir terus menghujam ke dasar hati
Namun dahsyatnya angin pun semakin kencang mendera

Mampukah kulangkahkan kaki ini tuk menyelamatkan bunga-bunga itu
Sehingga tidak terkungkung, terbawa terbang dan hancur

Kau tahu cinta, kau bisa terbang ke bunga manapun yang kau ingin
Kau dapat melaju dengan kecepatan berapapun….
Kau dapat berlari ke arah manapun yang kau ingin….
Dan berlabuh kemanapun kau butuh…
Tapi berhentilah, cukup di satu bunga
Jangan kau tinggalkan apalagi kau duakan….
Karena ia kan gugur jika kau meninggalkannya
Walau akan ada cinta lain yang kan datang, itu tidaklah sama
Dan tidak akan pernah sama…
Karena sang bunga hanya ingin berbagi di satu titik….
Bukan dengan banyak sisi….

Cinta, banyak hal yang tak mampu kau katakan padaku
Aku tahu, karena aku pun begitu
Kau ingin mengerti tentang aku, begitupun aku
Namun sampai kapan kau kan mengerti tentang aku?
Dan sampai kapan aku kan mengerti dirimu?
Aku pun tak tahu,
Aku hanya tahu bahwa “akan tiba saatnya”
Dimana kita harus mengakhiri kesendirian kita..
Dan menjadi sejarah, siapakah pelabuhan terakhir kita?

Kau tahu cinta, saat jiwa tak bisa dikendalikan
Saat mimpi dan hasrat semakin menggebu
Sebaiknya hapuslah dengan istighfar,
Luruskan dengan surat cinta dariNya
Karena itu kan mampu menggendalikan keinginan yang mendalam
Karena kita sudah dewasa…
Dan itu kan terjadi dalam bentuk apapun,kapanpun dan dimanapun
Dan jika kau tak mampu, maka lakukanlah kewajibanNya…
Karena ia kan menundukkan pandangan kita. ..
Sehingga kau mampu mengelolanya menjadi lebih baik…

Cinta, ungkapan ini tulus dari hatiku
Dalam setiap bait bukan berarti satu kesatuan
Namun datang saat ia ingin mengungkapkan kegelisahannya
Seperti cinta yang hadir dalam jiwa kita
Karena ku tahu, cinta kita adalah ketulusan dan kejujuran…
Bukan permainan dan kemunafikkan…..
Hopefully..

(Home, 27/08/08 23:38)
-Me-

Tidak ada komentar: