Ketika cinta sedang bersemayam di kalbu, dunia terasa sangat indah. Namun apa daya jika cinta harus kandas dunia terasa sepi, hampa dan menyedihkan. Mungkin banyak sekali alasan kita untuk memutuskan sebuah hubungan yang sudah terjalin begitu lama. Dan alasan selalu tepat apapun kondisinya.
Mungkin semua merasa bahwa aku tak memperjuangkan cintaku, saat akhirnya aku harus mengakhiri hubunganku dengan Handya. Seperti sinetron, cintaku kandas karena kedua orangtuaku tak bisa menerimanya dikarenakan alasan yang bagi masyarakat tertentu mungkin agak-agak berSARA. Tapi itu realita yang mau tidak mau harus dihadapi dan harus diterima.
Bukan tidak sakit, tapi sangat pedih ketika cinta harus berakhir di tangan kita sedangkan rasa itu begitu besar. Jika ada seseorang yang sakit hati karena di hianati, tapi aku sakit hati karena aku menghianati cinta yang tlah terjalin hampir lima tahun. Betul, lamanya hubungan seseorang tidak menjamin akan sampai ke jenjang pernikahan atau pun berakhir dengan happy ending.
Mungkin keputusan ini begitu gegabah, ketika aku mengakhiri cintaku namun tidak berselang dengan itu aku memiliki rasa yang begitu mendalam dengan seseorang. Walau aku tahu mungkin perasaan itu tak sedalam perasaanku pada Handya. Namun aku masih bersyukur bahwa aku dipertemukan dengannya, karena boleh jadi Allah ingin mengajariku untuk rela melepaskan cintaku untuk senyuman keluargaku. Ya, aku melepaskan cintaku untuk senyuman yang mungkin dapat kupersembahkan untuk keluargaku, orang tuaku tercinta.
Seseorang berkata padaku, kenapa tidak kalian perjuangkan cinta kalian? Jika memang kalian saling mencintai? Aku pun berfikir demikian, tapi kehidupan mengajariku bahwa banyak hal yang tidak bisa kita utarakan. Bukan karena ketidakberanian dan ketidakmampuan. Namun lebih karena seberapa besar cinta yang mampu kita berikan untuk mereka yang mencintai kita sepanjang hidup kita. Bukan sekedar cinta yang tumbuh selama lima, enam atau beberapa tahun saja. Mereka yang akan menerima kita apa adanya bukan ada apanya. Mereka yang siap menerima kita dalam keadaan suka dan duka.
Aku tahu berapa sering mungkin aku melukai keluargaku dengan kerasnya hatiku untuk mempertahankan cinta yang kumiliki. Entah betapa egoisnya aku memaksakan kehendakku kepada Sang Pencipta untuk meluluhkan keluargaku. Ya aku memang egois, meminta sesuatu yang mungkin bukan yang terbaik untukku. Karena jika ia yang terbaik, niscaya aku takkan di butakan sejauh itu. Aku bersyukur aku memiliki sejuta cinta yang diberikan saudara-saudaraku melalui tausyiah panjangnya padaku akan esensi hidup dan cinta yang sesungguhnya. Aku hanya percaya bahwa cukup melalui senyuman yang tersirat di wajah keluargaku, aku pun bahagia. Jika aku sanggup mempersembahkan dunia ini untuk sedikit saja senyuman di wajah mereka, niscaya kan kuberikan. Sayangnya aku hanya mampu memberikan keputusan ini untuk mereka.
Tahukah kau, aku menyadari satu hal bahwa selama ini aku egois. Aku egois karena memintanya untukku. Seolah aku memaksaNya untuk menyatukan kami. Padahal mungkin ia memang bukan yang terbaik untukku. Sedangkan dalam doa yang lirih terucap oleh mereka yang menyayangiku adalah harapan untuk membuka hatiku untuk sesuatu yang lebih baik dalam hidupku. Itulah yang sesungguhnya, bahwa keluargaku tidak pernah egois untuk kebahagiaanku. Namun akulah yang egois untuk kebahagiaanku sendiri. Sedangkan kehidupan bukan sekedar cinta semu, namun dibutuhkan keikhlasan dan pengorbanan dalam setiap nafas yang dihembuskan.
Aku sadar bahwa ternyata kebahagiaanku yang sesungguhnya adalah bersama mereka yang telah mencintaiku sepenuh hati mereka. Dan yang paling penting adalah kita tidak pernah tahu doa yang mana yang akan dikabulkanNya. Karena begitu banyak cinta yang hadir dalam hidup kita, begitu banyak doa pula yang telah diberikan untuk kebahagiaan kita. Bukan sekedar kebahagiaan diri sendiri, namun kebahagiaan semua orang. Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta yang akan bahagia jika kekasih dan keluarganya bahagia, cinta yang mampu menjadi penerang bagi kehidupan semua insan, cinta tanpa perselisihan, cinta yang damai, bukan cinta yang menghancurkan apalagi memabukkan, dan cinta itu bukan sekedar cinta biasa.
Muhasabah Cinta
Kamis, 31 Juli 2008
Senin, 28 Juli 2008
Mutiara dan Berlian
Aku punya sebuah mutiara dan berlian
Keduanya sangat berharga dan menyilaukan mata
Namun aku juga memiliki hiasan-hiasan lainnya yang tidak kalah indah
Namun tak sebanding dengan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Ketika kuberikan emas yang begitu mahalnya kepada lingkunganku
Semua tersenyum bahagia dan berusaha untuk menjaga emas itu tak lepas dari tanganku
Namun aku selalu bertanya,
Apakah emas itu membuatku bahagia?
Apakah kehadiran berlian mampu mengobati goresan luka sang mutiara?
Apakah aku mampu memberikan mutiaraku pada orang lain?
Padahal aku masih sangat menggenggam erat di tanganku
Apakah aku mampu membagi mutiara dan berlian yang begitu erat tergenggam untuk sebuah emas?
Aaah rasanya naïf jika aku melepaskan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Namun aku pun bahagia memiliki emas yang dulu mampu membuatku tersenyum dan bahagia
Aaah beginilah hidup jika hanya harta, tahta dan permata yang membuat kita bahagia…
Padahal semua itu semu.. dan kan hilang dimakan waktu atau diambil orang
Sedangkan harta yang begitu kekal terasa mulai surut terkikis kebahagiaan semu yang diberikan oleh dunia di tangan ini….
Dia telah menuliskan dalam Surat cintaNya bahwa semua kan diuji sesuai kemampuan hamba-Nya….
Ada yang teruji dengan kesedihan, harta, jabatan dan kebahagiaan…
Hanya kita yang memilih jalan yang kita inginkan..
Dan semoga itu tak berakhir dengan penyesalan…..
Illahi, jujur aku tak tahu jalan mana yang kan kupilih
Namun aku hanya berusaha mengikuti alur yang ada
Tanpa memisahkan ego dan khilaf di dalamnya
Yang mungkin kan menyesatkan insan
Dan aku percaya selama kita mau berusaha maka jalan kan dibuka
If there is a Will, there is a way…
I believe that… dan Izinkan aku merebut kebahagiaanku dengan caraku..
Yang mungkin tak bisa dipahami dengan logika dan kebisaaan
Karena aku mulai dengan cinta, untuk mengharapkan cinta
Dan kan kumurnikan cintaku untuk terus berada di jalanNya
Dengan bimbinganNya yang menuntun hatiku
Untuk kembali merengkuh cinta dan ridho Nya…
Keduanya sangat berharga dan menyilaukan mata
Namun aku juga memiliki hiasan-hiasan lainnya yang tidak kalah indah
Namun tak sebanding dengan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Ketika kuberikan emas yang begitu mahalnya kepada lingkunganku
Semua tersenyum bahagia dan berusaha untuk menjaga emas itu tak lepas dari tanganku
Namun aku selalu bertanya,
Apakah emas itu membuatku bahagia?
Apakah kehadiran berlian mampu mengobati goresan luka sang mutiara?
Apakah aku mampu memberikan mutiaraku pada orang lain?
Padahal aku masih sangat menggenggam erat di tanganku
Apakah aku mampu membagi mutiara dan berlian yang begitu erat tergenggam untuk sebuah emas?
Aaah rasanya naïf jika aku melepaskan kebahagiaanku memiliki mutiara dan berlian itu
Namun aku pun bahagia memiliki emas yang dulu mampu membuatku tersenyum dan bahagia
Aaah beginilah hidup jika hanya harta, tahta dan permata yang membuat kita bahagia…
Padahal semua itu semu.. dan kan hilang dimakan waktu atau diambil orang
Sedangkan harta yang begitu kekal terasa mulai surut terkikis kebahagiaan semu yang diberikan oleh dunia di tangan ini….
Dia telah menuliskan dalam Surat cintaNya bahwa semua kan diuji sesuai kemampuan hamba-Nya….
Ada yang teruji dengan kesedihan, harta, jabatan dan kebahagiaan…
Hanya kita yang memilih jalan yang kita inginkan..
Dan semoga itu tak berakhir dengan penyesalan…..
Illahi, jujur aku tak tahu jalan mana yang kan kupilih
Namun aku hanya berusaha mengikuti alur yang ada
Tanpa memisahkan ego dan khilaf di dalamnya
Yang mungkin kan menyesatkan insan
Dan aku percaya selama kita mau berusaha maka jalan kan dibuka
If there is a Will, there is a way…
I believe that… dan Izinkan aku merebut kebahagiaanku dengan caraku..
Yang mungkin tak bisa dipahami dengan logika dan kebisaaan
Karena aku mulai dengan cinta, untuk mengharapkan cinta
Dan kan kumurnikan cintaku untuk terus berada di jalanNya
Dengan bimbinganNya yang menuntun hatiku
Untuk kembali merengkuh cinta dan ridho Nya…
Jumat, 25 Juli 2008
Para Pencinta
Para pencinta mulai menggeliat
seiring waktu yang terus mendekatkan
Para pencinta mulai merangsek
seiring kebersamaan yang semu
bermain dengan mimpi dan khayalan
yang terus mencumbui keseharian
mengikuti kemana arus kan melangkahkan kakinya
dan berharap ia kan jadi kenangan begitu saja
dan hilang seiring dengan waktu
Bisakah kita?
mata tak bisa terpejam, saat langkah kaki terus memperjuangkan kesalahannya
dan buaian akan semangat yang semu bak fatamorgana di padang gersang
ghiroh berjuang untuk kebenaran, namun dengan bumbu-bumbu kesalahan
aaah inilah mereka para pencari cinta
Meraih cinta yang tlah ada, namun tetap menggapai cinta yang lain
cinta..
seiring waktu yang terus mendekatkan
Para pencinta mulai merangsek
seiring kebersamaan yang semu
bermain dengan mimpi dan khayalan
yang terus mencumbui keseharian
mengikuti kemana arus kan melangkahkan kakinya
dan berharap ia kan jadi kenangan begitu saja
dan hilang seiring dengan waktu
Bisakah kita?
mata tak bisa terpejam, saat langkah kaki terus memperjuangkan kesalahannya
dan buaian akan semangat yang semu bak fatamorgana di padang gersang
ghiroh berjuang untuk kebenaran, namun dengan bumbu-bumbu kesalahan
aaah inilah mereka para pencari cinta
Meraih cinta yang tlah ada, namun tetap menggapai cinta yang lain
cinta..
Kamis, 24 Juli 2008
Saat Cinta Menyapa
Hidup, terkadang menyisakan sejuta tanda tanya. Bagaimana tidak, seseorang yang mungkin sudah merasakan cinta, kini harus jatuh cinta lagi. Memang cinta tak mengenal tempat, waktu, jarak bahkan usia. Saat cinta datang, dunia terasa indah. Semangat semakin bergelora, hari-hari menjadi jauh lebih bermakna.
Oo cinta, begitu besarnyakah kekuatanmu hingga kami tak mampu untuk melepaskanmu yang tlah hinggap di hati kami. Kau datang tiba-tiba, mengisi kekosongan hati yang mulai kering.
Sebut saja namanya Tiara, seorang gadis muda berusia 20 tahun. Ia jatuh cinta pada seorang laki-laki yang telah membimbingnya untuk lebih dekat dengan TuhanNya. Namun apa daya cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan rasa sakit pun kian menderanya. Bagaimana tidak, saat ia berusaha keras untuk melepaskan cinta yang dirasakannya ternyata sahabat-sahabat yang menjadi tempatnya mencurahkan hati pun jatuh hati pada sang lelaki. Bak pagar makan tanaman, Tiara pun marah dan kesal dengan sahabat-sahabatnya karena ia merasa dibodohi, dimanfaatkan. Karena walau sang lelaki tidak merasakah hal yang sama dengan Tiara namun ia tetap menganggapnya sebagai adiknya. Sehingga sahabat-sahabatnya berusaha untuk menggali informasi tentang sang lelaki padanya. Sedih, pilu, tapi itulah konsekuensi jika kita ingin jatuh cinta.
Lain cerita dengan Saskia, wanita berusia 28 tahun tercatat telah dilamar oleh temannya yang berusia 29 tahun. Namun perasaan itu datang kepadanya bukan dengan laki-laki yang melamarnya, melainkan rekan kerjanya di Event Organizer. Yah, Cinta Lokasi lah lebih tepatnya, cinta datang karena intensitas pertemuan, komunikasi, kerjasama. Rasa itu muncul, seiring dengan keinginan untuk berbagi kisah antara keduanya. Dan ternyata bak gayung bersambut, cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Sayangnya, keduanya menyadari bahwa perasaan mereka tak mungkin berlanjut dikarenakan keduanya sama-sama memiliki hubungan special dengan yang lain, dan cinta pun harus diakhiri.
Yang satu ini lebih special, bukan special pake telor. Tapi ini kisah cinta wanita muda berusia 30 tahun. Wanita ini memiliki dua orang anak buah cintanya dengan suami tercinta. Sebut saja namanya Yanti. Dia bercerita padaku di sebuah pertemuan singkat kami, ia mengatakan bahwa ia jatuh hati. aku tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh atau serius.. karena memang sudah seharusnya kan seorang istri mencintai suaminya. Tapi aku kaget, saat ia berkata bahwa ia jatuh hati pada teman suaminya. Agar lebih memastikan pendengaranku, aku bertanya sekali lagi, dan ternyata hal itu benar. Ya ampun, aku bingung, sangat bingung saat ia meminta pendapatku tentang hal ini. Secara aku saja belum menikah, bagaimana mungkin memberikan sebuah petuah tentang pernikahan. Hehehe…. Tapi aku hanya bisa menjawab base on my experience. Saat itu aku bilang, jika aku menyukai seseorang aku berusaha untuk jujur. Jujur pada diriku, jujur pada laki-laki yang aku sayangi. Tapi itu dengan catatan bahwa aku dan laki-laki itu sama-sama masih sendiri loch (tidak dalam ikatan pernikahan). Jadi ya it depend on you, tapi aku berharap apapun yang kan kau lakukan pertimbangkan kembali suami dan anak-anakmu. Kataku saat itu, karena seorang yang sudah menikah harus berfikir berbeda dengan seseorang yang belum menikah dalam menyikapi rasa sayangnya pada wanita atau laki-laki lain. Hal ini adalah bentuk dari tanggungjawabnya terhadap pasangannya. Aku tahu mungkin aku belum tentu bisa berlaku seperti yang telah aku sampaikan jika aku jadi dia. Aku hanya berusaha menegaskan bahwa posisi kami berbeda. Sayang sekali aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah yang satu ini.
Itulah cinta
Ia datang ke lubuk sanubari
Menghangatkan jiwa yang kering
Tak peduli tempat, waktu dan usia
Ia hinggap tanpa diminta
Dan menyisakan kenangan yang mendalam
Ooo cinta,
Suaramu begitu menggoda, sehingga mata ingin memilikinya
Cinta mampu membutakan para penikmatnya
Cinta ga pake logika
Dan cinta bias menjadi petaka
Ketika cinta tak lagi mampu dikendalikan
Hingga penyesalan berujung air mata
Wallahu’alambishowab
Oo cinta, begitu besarnyakah kekuatanmu hingga kami tak mampu untuk melepaskanmu yang tlah hinggap di hati kami. Kau datang tiba-tiba, mengisi kekosongan hati yang mulai kering.
Sebut saja namanya Tiara, seorang gadis muda berusia 20 tahun. Ia jatuh cinta pada seorang laki-laki yang telah membimbingnya untuk lebih dekat dengan TuhanNya. Namun apa daya cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan rasa sakit pun kian menderanya. Bagaimana tidak, saat ia berusaha keras untuk melepaskan cinta yang dirasakannya ternyata sahabat-sahabat yang menjadi tempatnya mencurahkan hati pun jatuh hati pada sang lelaki. Bak pagar makan tanaman, Tiara pun marah dan kesal dengan sahabat-sahabatnya karena ia merasa dibodohi, dimanfaatkan. Karena walau sang lelaki tidak merasakah hal yang sama dengan Tiara namun ia tetap menganggapnya sebagai adiknya. Sehingga sahabat-sahabatnya berusaha untuk menggali informasi tentang sang lelaki padanya. Sedih, pilu, tapi itulah konsekuensi jika kita ingin jatuh cinta.
Lain cerita dengan Saskia, wanita berusia 28 tahun tercatat telah dilamar oleh temannya yang berusia 29 tahun. Namun perasaan itu datang kepadanya bukan dengan laki-laki yang melamarnya, melainkan rekan kerjanya di Event Organizer. Yah, Cinta Lokasi lah lebih tepatnya, cinta datang karena intensitas pertemuan, komunikasi, kerjasama. Rasa itu muncul, seiring dengan keinginan untuk berbagi kisah antara keduanya. Dan ternyata bak gayung bersambut, cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Sayangnya, keduanya menyadari bahwa perasaan mereka tak mungkin berlanjut dikarenakan keduanya sama-sama memiliki hubungan special dengan yang lain, dan cinta pun harus diakhiri.
Yang satu ini lebih special, bukan special pake telor. Tapi ini kisah cinta wanita muda berusia 30 tahun. Wanita ini memiliki dua orang anak buah cintanya dengan suami tercinta. Sebut saja namanya Yanti. Dia bercerita padaku di sebuah pertemuan singkat kami, ia mengatakan bahwa ia jatuh hati. aku tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh atau serius.. karena memang sudah seharusnya kan seorang istri mencintai suaminya. Tapi aku kaget, saat ia berkata bahwa ia jatuh hati pada teman suaminya. Agar lebih memastikan pendengaranku, aku bertanya sekali lagi, dan ternyata hal itu benar. Ya ampun, aku bingung, sangat bingung saat ia meminta pendapatku tentang hal ini. Secara aku saja belum menikah, bagaimana mungkin memberikan sebuah petuah tentang pernikahan. Hehehe…. Tapi aku hanya bisa menjawab base on my experience. Saat itu aku bilang, jika aku menyukai seseorang aku berusaha untuk jujur. Jujur pada diriku, jujur pada laki-laki yang aku sayangi. Tapi itu dengan catatan bahwa aku dan laki-laki itu sama-sama masih sendiri loch (tidak dalam ikatan pernikahan). Jadi ya it depend on you, tapi aku berharap apapun yang kan kau lakukan pertimbangkan kembali suami dan anak-anakmu. Kataku saat itu, karena seorang yang sudah menikah harus berfikir berbeda dengan seseorang yang belum menikah dalam menyikapi rasa sayangnya pada wanita atau laki-laki lain. Hal ini adalah bentuk dari tanggungjawabnya terhadap pasangannya. Aku tahu mungkin aku belum tentu bisa berlaku seperti yang telah aku sampaikan jika aku jadi dia. Aku hanya berusaha menegaskan bahwa posisi kami berbeda. Sayang sekali aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah yang satu ini.
Itulah cinta
Ia datang ke lubuk sanubari
Menghangatkan jiwa yang kering
Tak peduli tempat, waktu dan usia
Ia hinggap tanpa diminta
Dan menyisakan kenangan yang mendalam
Ooo cinta,
Suaramu begitu menggoda, sehingga mata ingin memilikinya
Cinta mampu membutakan para penikmatnya
Cinta ga pake logika
Dan cinta bias menjadi petaka
Ketika cinta tak lagi mampu dikendalikan
Hingga penyesalan berujung air mata
Wallahu’alambishowab
Minggu, 20 Juli 2008
Suratku yang tertunda
Kawan, sungguh bukan aku tak mengingat hari spesial untukmu..
bukan pula aku tak ingin memberikan untaian doaku untukmu
hanya saja lidahku kelu, tak mampu mengutarakan kerinduanku..
menuliskannya pun tak mampu membendung kesedihanku..
Aku hanya dapat lirih berdoa, Untukmu dari lubuk hatiku
Barakallah Fii Umur,
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menuju JannahNya yang Abadi
Aku tahu dari sikapmu, kau marah padaku
karena keegoisanku...
tapi kumohon, pahami aku, pahami caraku..
dan ijinkanku kembalikan cinta ini ke Pemilik hidup..
karena aku sedang belajar mengikhlaskan keputusanku...
agar hidup jauh lebih berarti..
May Alah always love us whereever we are and wherever we do...
bukan pula aku tak ingin memberikan untaian doaku untukmu
hanya saja lidahku kelu, tak mampu mengutarakan kerinduanku..
menuliskannya pun tak mampu membendung kesedihanku..
Aku hanya dapat lirih berdoa, Untukmu dari lubuk hatiku
Barakallah Fii Umur,
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menuju JannahNya yang Abadi
Aku tahu dari sikapmu, kau marah padaku
karena keegoisanku...
tapi kumohon, pahami aku, pahami caraku..
dan ijinkanku kembalikan cinta ini ke Pemilik hidup..
karena aku sedang belajar mengikhlaskan keputusanku...
agar hidup jauh lebih berarti..
May Alah always love us whereever we are and wherever we do...
Rabu, 16 Juli 2008
Senandung Laguku
Di dalam kegelapan
Kumencari cahya-Mu
Yang hilang sirna tak tersisa
Semakin kuterlena
Semakin kuterbawa
Arah hina dan ternoda
Kurindukan sinar suciMu yang mulia
dan kuharapkan belai kasihMu
Agar musnah semua keangkuhan diriku
dan kulepaskan dari sifatku
aa....aaaa..........aaa
Sejenak nasyid tersebut bersenandung di fikiranku.
Aku jadi teringat dengan sebuah syair yang pernah kubawakan dalam sebuah pentas kecil. Syair yang menyenandungkan tentang kegelisahanku dulu, dan kini kembali menghampiriku.
Mungkin benar, sebuah pepatah yang mengatakan jangan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena jika itu terjadi, maka itu berarti kita tak pernah belajar dari kegagalan kita.
Mirip tapi tak sama, karena kegelisahanku saat ini lebih berat terasa. Karena kali ini aku merasa sendiri. Mungkin semua ini karena aku telah jauh melangkah, bahkan terlalu jauh meninggalkan isi hatiku dalam keadaan yang kering kerontang. Hati ini selalu galau, sedih dan tak tenang dalam aktifitasku.
"...Jatuh... jatuh dan jatuh
terjatuh aku dalam lubang kegelapan
meraba mencari pegangan..
kucoba cari sekelilingku tuk temukan seberkas cahaya
Namun...."
sekilas tentang gambaran hatiku dulu... sebuah syair yang kini harus kucermati kembali. Bahkan ku telaah kembali berharap mendapat ending yang menyenangkan seperti pada bait yang tertulis di syair tersebut.
"Selamat Tinggal Kegelapan, Selamat Datang Cahaya Abadi.."
Aku percaya bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Semoga kali ini pun dapat kuraih kembali cahaya yang kan menyinari hari-hariku.
Kumencari cahya-Mu
Yang hilang sirna tak tersisa
Semakin kuterlena
Semakin kuterbawa
Arah hina dan ternoda
Kurindukan sinar suciMu yang mulia
dan kuharapkan belai kasihMu
Agar musnah semua keangkuhan diriku
dan kulepaskan dari sifatku
aa....aaaa..........aaa
Sejenak nasyid tersebut bersenandung di fikiranku.
Aku jadi teringat dengan sebuah syair yang pernah kubawakan dalam sebuah pentas kecil. Syair yang menyenandungkan tentang kegelisahanku dulu, dan kini kembali menghampiriku.
Mungkin benar, sebuah pepatah yang mengatakan jangan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena jika itu terjadi, maka itu berarti kita tak pernah belajar dari kegagalan kita.
Mirip tapi tak sama, karena kegelisahanku saat ini lebih berat terasa. Karena kali ini aku merasa sendiri. Mungkin semua ini karena aku telah jauh melangkah, bahkan terlalu jauh meninggalkan isi hatiku dalam keadaan yang kering kerontang. Hati ini selalu galau, sedih dan tak tenang dalam aktifitasku.
"...Jatuh... jatuh dan jatuh
terjatuh aku dalam lubang kegelapan
meraba mencari pegangan..
kucoba cari sekelilingku tuk temukan seberkas cahaya
Namun...."
sekilas tentang gambaran hatiku dulu... sebuah syair yang kini harus kucermati kembali. Bahkan ku telaah kembali berharap mendapat ending yang menyenangkan seperti pada bait yang tertulis di syair tersebut.
"Selamat Tinggal Kegelapan, Selamat Datang Cahaya Abadi.."
Aku percaya bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Semoga kali ini pun dapat kuraih kembali cahaya yang kan menyinari hari-hariku.
Senin, 14 Juli 2008
Cintaku, Untukmu
Kupersembahkan cintaku untukmu…..
Dengan ketulusan, namun sangat berarti
Aku tau hidupku tak mungkin lebih berarti tanpa kasih dan sayangmu padaku
Dan aku sangat mengerti bahwa seluruh hidupmu telah kau berikan untukku
Untuk yang terbaik yang bisa kau berikan
Kupersembahkan seluruh kebahagiaanku untuk senyum diwajahmu
Setelah sekian lama, ku menghapusnya dari wajahmu.,,
Bahkan melukaimu begitu dalam hingga air mata sering kau lirihkan untukku
Aku hanya berharap, keikhlasan dapat ku raih
Untuk ridho dan cinta yang abadi
Bukan cinta semu yang membutakan mataku
Hinggaku berpaling dari cinta yang hakiki
Untukmu, kuberikan apa yang mampu kuusahakan
Untukmu, yang sangat mencintaiku…..
Ibu dan ayahku….
14 Juli 2006
Dengan ketulusan, namun sangat berarti
Aku tau hidupku tak mungkin lebih berarti tanpa kasih dan sayangmu padaku
Dan aku sangat mengerti bahwa seluruh hidupmu telah kau berikan untukku
Untuk yang terbaik yang bisa kau berikan
Kupersembahkan seluruh kebahagiaanku untuk senyum diwajahmu
Setelah sekian lama, ku menghapusnya dari wajahmu.,,
Bahkan melukaimu begitu dalam hingga air mata sering kau lirihkan untukku
Aku hanya berharap, keikhlasan dapat ku raih
Untuk ridho dan cinta yang abadi
Bukan cinta semu yang membutakan mataku
Hinggaku berpaling dari cinta yang hakiki
Untukmu, kuberikan apa yang mampu kuusahakan
Untukmu, yang sangat mencintaiku…..
Ibu dan ayahku….
14 Juli 2006
Kamis, 10 Juli 2008
Aku Sakit, Aku Sedih
Hidup memang penuh dengan lika-liku hidup
takkan bisa kita hindari semua lika-liku hidup ini....
Apalagi saat sebuah hubungan harus berakhir dan itu berakhir di tangan kita
Aku sedih aku sakit..
Sakit hati ini... dan aku tak sanggup berlari dari semua kenyataan ini..
karena aku sangat menyayanginya....
Hiks... aku sedih, entah tangisan akankah mampu meredam semua kepiluan hati ini
Inilah jalanku, n i should face it..... Walau aku terus menangisi hari-harilu dengannya..
Smoga bukan angan-angan yang selalu mencumbui apalagi mentertawakan keresahan hati ini...
Dan semua kisah ini kan jadi kenangan yang selalu ada dalam hati ini....
I love You More than anyone..... n lets keep this love in our hearth...
Key.... See You
takkan bisa kita hindari semua lika-liku hidup ini....
Apalagi saat sebuah hubungan harus berakhir dan itu berakhir di tangan kita
Aku sedih aku sakit..
Sakit hati ini... dan aku tak sanggup berlari dari semua kenyataan ini..
karena aku sangat menyayanginya....
Hiks... aku sedih, entah tangisan akankah mampu meredam semua kepiluan hati ini
Inilah jalanku, n i should face it..... Walau aku terus menangisi hari-harilu dengannya..
Smoga bukan angan-angan yang selalu mencumbui apalagi mentertawakan keresahan hati ini...
Dan semua kisah ini kan jadi kenangan yang selalu ada dalam hati ini....
I love You More than anyone..... n lets keep this love in our hearth...
Key.... See You
Langganan:
Komentar (Atom)